Follow detikFinance
Rabu 21 Jun 2017, 16:45 WIB

Takut Rekening Diintip Pajak? Sri Mulyani: Kalau Belum, Ya Bayar Saja

Hendra Kusuma - detikFinance
Takut Rekening Diintip Pajak? Sri Mulyani: Kalau Belum, Ya Bayar Saja Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan kepada seluruh pelaku usaha di sektor jasa keuangan untuk tidak perlu merasa takut dengan akan diterapkannya Automatic Exchange of Information (AEoI) pada September 2018.

Pelaksanaan keterbukaan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan ini juga sebagai komitmen Indonesia dalam meningkatkan kepatuhan.

Dalam aturan Perppu Nomor 1 Tahun 2017 dan PMK Nomor 70 Tahun 2017, terdapat aturan batasan saldo rekening sebesar Rp 1 miliar. Batas saldo tersebut bukan serta merta akan langsung dipajaki, melainkan hanya sebagai data penukaran antar negara.

"Harta yang disampaikan, tidak langsung kami pajaki. Kalau harta itu adalah bagian dari seluruh usaha Anda dan pendapatan Anda yang memang bersih dari pajak ya tidak dipajaki," kata Sri Mulyani di Auditorium Cakti Buddhi Bakti Kantor Ditjen Pajak, Rabu (21/6/2017).

Mengenai pengumpulan data, Sri Mulyani memastikan bahwa itu demi memenuhi persyaratan dalam implementasi AEoI. Sehingga, data yang didapat dari batas saldo yang telah ditetapkan hanya sebagai database yang nanti bisa diminta oleh otoritas pajak negara lain yang ikut berkomitmen pada AEoI.

Sri Mulyani juga meminta kepada seluruh pelaku usaha jasa keuangan yang hadir dalam sosialisasi Perppu Nomor 1/2017 dan PMK Nomor 70/2017 ini untuk memberikan penjelasan yang sama kepada para nasabahnya.

"Kalau uang itu income after tax, dan uang saya di bank hasil dari gaji saya menteri, itu sudah free of tax. Kalau di dalam saya dapat interest, bunga itu sudah dipotong oleh bank-nya. Kalau sudah clear why you so scared to disclose it?," tambah dia.

Menurut dia, yang mesti dikhawatirkan atau perlu dicemasi oleh seluruh masyarakat Indonesia adalah, jika harta yang tercatat dalam rekeningnya merupakan hasil dari kegiatan pidana, seperti korupsi, narkoba, dan lainnya.

"Saya yakin banyak harta sudah free of tax. Kalau belum, ya bayar saja," tukas dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed