Follow detikFinance
Selasa 11 Jul 2017, 18:40 WIB

Lahan Calon Ibu Kota Sudah 'Dikunci', Spekulan Tak Bisa Bermain

Muhammad Idris - detikFinance
Lahan Calon Ibu Kota Sudah Dikunci, Spekulan Tak Bisa Bermain Foto: Danang Sugianto-detikFinance
Jakarta - Lantaran Kota Jakarta dianggap beban penduduknya terlalu padat, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana memindahkan ibu kota ke Borneo. Ada 3 wilayah yang sudah mengerucut dipilih sebagai pusat negara yang baru yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan lahan yang direncanakan jadi lokasi pusat pemerintahan yang baru di Kalimantan merupakan tanah negara. Dirinya memastikan, tak ada spekulan tanah tak bisa bermain di lahan yang disiapkan tersebut.

"Tidak (mafia tanah bermain). Itu sudah dikunci, sudah tanah negara," tegas Basuki ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (11/7/2017).


Menurutnya, tanah milik negara tersebut juga merupakan lahan yang diusulkan pemerintah daerah dan sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bukan lahan dengan kepemilikan swasta, seperti lahan perkebunan sawit.

"Makanya opsi itu yang disampaikan oleh para kepala daerah kepada bapak Presiden oleh ATR (Kementerian Agraria dan Tata Ruang). Sudah (jelas) bahwa itu tanah negara," kata Basuki.


Diungkapkannya, lahan tersebut masih berupa hutan. Luas lahan yang bisa dijadikan lokasi ibu kota baru, masih masuk dalam kajian. Termasuk di dalamnya apakah akan melibatkan swasta dalam pengembangan kawasan ibu kota negara yang baru.

"Masih kawasan hutan. Jadi kalau misalnya kita butuh goverment area 30 ribu hektar, tapi kotanya bisa menjadi 80-100 ribu hektar. Maka sisanya itu bisa dikerjasamakan untuk bangun infrastruktur, itu masih kayak KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha)," pungkas dia. (idr/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed