Follow detikFinance
Jumat, 28 Jul 2017 17:03 WIB

BUMN Ini Impor 75.000 Ton Garam dari Australia

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Wikha Setiawan/detikcom Foto: Wikha Setiawan/detikcom
FOKUS BERITA RI Darurat Garam
Jakarta - PT Garam, BUMN yang bergerak di sektor industri garam, mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengimpor 75.000 ton garam bahan baku. Garam impor harus didatangkan sebelum 10 Agustus 2017.

Plt Dirut PT Garam, Budi Sasongko, menyatakan bahwa 75.000 ton garam bahan baku itu akan dipasok dari Australia. Negeri Kangguru itu dipilih karena lokasinya yang dekat dengan Indonesia, garam bisa sampai dalam waktu singkat.

"Kita sudah menghubungi pemasok di Australia. Australia paling dekat dan paling cepat. Tanggal 10 Agustus kita pembongkaran di 3 pelabuhan," kata Budi dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Garam bahan baku tersebut akan dijual PT Garam ke industri kecil dan menengah (IKM) pembuat garam konsumsi dengan kapasitas produksi di bawah 5 ton per minggu. "Itu untuk IKM kapasitas di bawah 5 ton per minggu," ucapnya.

Belum diketahui berapa harga garam bahan baku dari Australia, maka PT Garam juga belum dapat memastikan berapa harga jualnya ke IKM nanti. "Harga belum disampaikan oleh pemasok dari Australia," tukasnya.

Garam bahan baku yang diimpor memiliki kadar NaCL paling sedikit 97%, masuk pada 10 Agustus 2017 melalui 3 pelabuhan, yaitu Pelabuhan Ciwandan, Tanjung Perak, dan Belawan.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, menyatakan bahwa pemerintah akan menetapkan patokan harga jual untuk garam bahan baku yang diimpor PT Garam.

"Minggu depan kita duduk lagi (Kemendag dan KKP), sebelum tanggal 10 Agustus (garam impor) masuk itu (patokan harga) harus sudah selesai. Sekarang ketersediaan dulu kita talangi. Kemungkinan mekanismenya menggunakan HET (Harga Eceran Tertinggi)," ucapnya.

Impor hanya dilakukan saat produksi garam di dalam negeri terganggu. "Begitu panen garam normal ya (izin impor) tidak kita terbitkan," tutupnya. (mca/dna)
FOKUS BERITA RI Darurat Garam
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed