Follow detikFinance
Rabu 02 Aug 2017, 11:32 WIB

Susi Gandeng Jepang Lacak Kapal Maling Ikan Pakai Satelit

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Susi Gandeng Jepang Lacak Kapal Maling Ikan Pakai Satelit Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menggandeng Jepang dalam penggunaan satelit di bidang kemaritiman. Penggunaan satelit tersebut di antaranya pemanfaatan teknologi satelit untuk mendeteksi area penangkapan ikan, Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing, pengoptimalan lahan perairan untuk budidaya, hingga pemantauan area pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan kerja sama ini adalah bentuk tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Indonesia dengan wilayah geografisnya yang sangat luas, bisa memanfaatkan potensi satelit mikro yang dimiliki Jepang untuk mengoptimalisasi pemanfaatan dari potensi perairan di Indonesia.

"Ini sangat penting bagi kita untuk terus melanjutkan kerja sama mengoptimalkan penggunaan teknologi satelit. Satelit ini nantinya bisa menangkap hal-hal yang kita butuhkan sehingga akan sangat baik bisa kita gunakan memantau kondisi perairan Indonesia untuk kebutuhan di berbagai bidang," katanya dalam sambutan di acara Space Utilization Seminar di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (2/8/2017).


Secara teknologi, Jepang sendiri selama ini telah mengembangkan teknologi mikro satelit, yang digunakan untuk pemantauan kondisi perairannya hingga pencegahan terhadap terjadinya gempa dan bencana alam.

Untuk aplikasinya di Indonesia, pemerintah akan mendorong optimasi untuk mendeteksi IUU Fishing, pengembangan budidaya, kajian-kajian stok sumber daya perikanan, hingga pengelolaan terumbu karang.

Untuk IUU Fishing misalnya, satelit tersebut bisa mengidentifikasi kapal-kapal yang ada di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia khususnya, wilayah strategis di Natuna, Utara Sulawesi, dan laut Arafura.

"Kapal seharusnya memancarkan sinyal IES yang digunakan untuk melacak posisi kapal. Keberadaan kapal bisa dilacak melalui penginderaan jarak jauh. Tapi kalau kapal tidak memancarkan sinyal, kapal itu diduga melakukan IUU Fishing," ujar Special Advisor Secretary Cabinet of Japan.


Sementara di bidang budidaya, misalnya untuk pengoptimalan potensi-potensi lahan budidaya perikanan di perairan Indonesia.

"Untuk itu, kalau kita petakan satu per satu, ini kan terlalu mahal. Sehingga penggunaan satelit ini mungkin akan lebih optimal," ujar Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Zulficar Mochtar.

Dengan berlangsungnya seminar ini, diharapkan ke depan akan tindak lanjut dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama untuk pemanfaatan satelit tersebut.

"Tentu saja nanti mereka (Jepang) akan lakukan dulu studi intensif dll, baru ada agreement-agreement yang akan kita buat. Pokoknya implementasi dalam waktu dekat. Tahun ini prosesnya, tahun depan sudah bisa," pungkas Zulficar. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed