Follow detikFinance
Sabtu 12 Aug 2017, 14:17 WIB

Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun Terakhir

Michael Agustinus - detikFinance
Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun Terakhir Foto: Dok, Kementerian PUPR
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa 32 jembatan gantung telah dan sedang dibangun pemerintah dalam 2 tahun terakhir. Jembatan-jembatan gantung ini dibangun untuk keperluan masyarakat.

"Alhamdulillah, dalam dua tahun terakhir, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah dan sedang membangun 32 jembatan gantung di Indonesia," kata Jokowi seperti dikutip detikFinance dari akun Facebook resminya, Sabtu (12/8/2017).

Kondisi geografis Indonesia dengan gunung, lembah, dan sungai yang secara fisik memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan sekolah, pasar, serta pemukiman lain, secara alami memerlukan jembatan penyeberangan.

"Indonesia ini begitu luas, bergunung-gunung, desa-desanya dipisah lembah dan sungai. Karena itulah dibutuhkan banyak jembatan gantung untuk perjalanan antardesa atau dari tempat tinggal penduduk ke sekolah, pasar dan tempat kerja," Jokowi menambahkan.

Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun TerakhirJembatan gantung di Temanggung

Sejak 2015, seiring dengan tingginya kebutuhan dan mengingat keterbatasan pendanaan dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berinisiatif membangun jembatan gantung di berbagai provinsi. Selama ini banyak jembatan gantung perdesaan dibangun secara swadaya dengan teknologi sederhana, sehingga dari segi keamanan dan desain kurang layak.

"Boleh jadi, tanggung jawab pembangunan jembatan gantung berada pada pemerintah daerah, tapi tak semua mereka punya dana yang cukup. Tak ada jalan lain, sejak tahun 2015, Kementerian PUPR turun tangan membangun jembatan gantung di berbagai provinsi," Jokowi menjelaskan.

Pada 2015, Kementerian PUPR telah membangun 10 jembatan gantung di Banten yakni Jembatan Kolelet, Jembatan Ranca Wiru, Jembatan Leuwi Loa, Jembatan Cisimeut, Jembatan Cigeulis, Jembatan Cidikit, Jembatan Cicariu, Jembatan Bojong Apus, Jembatan Cihambali, dan Jembatan Cidadap.

Kemudian pada 2016, telah dibangun tujuh jembatan gantung di lima daerah dengan dana senilai Rp 50 miliar. Dari 7 jembatan tersebut, satu di antaranya telah diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI Joko Widodo sehingga sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yakni Jembatan Gantung Galeh (90 m) yang menghubungkan Desa Gandurejo dengan Desa Parakan Kauman, Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun TerakhirJembatan gantung di pelosok Indonesia

Jembatan lainnya adalah Jembatan Gantung Soropadan (90 m) menghubungkan Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung dengan Desa Kalikuto, Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang; Jembatan Gantung Mangunsuko (120 m) yang menghubungkan Desa Mangunsuko dengan Desa Sumber Kabupaten Magelang dan Jembatan Gantung Krinjing (90 m) yang menghubungkan Desa Krinjing dengan Desa Paten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tiga jembatan gantung lainnya yang dibangun pada 2016 adalah Jembatan Guguk Randah (120 m) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat; Jembatan Kali Cipamingkis (120 m) di Kabupaten Bogor Jawa Barat; dan Jembatan Gantung Kuning (90 m) di Kabupaten Klungkung, Bali.

Pada 2017, Kementerian PUPR membangun 13 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah daerah. Sebanyak dua jembatan gantung akan dibangun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yaitu Jembatan Sudisari I sepanjang 60 meter dan Jembatan Glagah, sepanjang 32 meter. Selanjutnya juga dibangun dua jembatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sepanjang 32 meter dan 72 meter.

Jokowi Bangun 32 Jembatan Gantung dalam 2 Tahun Terakhir

Selain itu juga tengah dibangun dua jembatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yakni Jembatan Kradenan dan Jembatan Pulokulon masing-masing sepanjang 90 meter melintasi Sungai Lusi.

Sementara juga tengah dibangun masing-masing satu jembatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yakni Jembatan Gadingan diatas Sungai Bengawan Solo (120 m), Jembatan Wanagama (42 m) di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, Jembatan Slada Sungai Pedes (32 m) di Brebes, Jembatan Pasir Puncu Sungai Jali (60 m) di Purworejo, Jembatan Rahayu (72 m) di Kebumen, Jembatan Tanggul Welahan Sungai Parit Raya (90 m) di Tulungagung, dan Jembatan Welamusa Sungai Loworea (90 m) Ende Timur NTT.

Pada tahun 2017 juga dilakukan kerja sama pembangunan 2 jembatan gantung di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah menyiapkan lahan dan pondasi jembatan, sementara Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menyiapkan rangka jembatan yang nantinya akan dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu.

Untuk Tahun 2018, 17 jembatan gantung telah direncanakan untuk dibangun. Sebanyak 17 jembatan tersebut tersebar di lima daerah yaitu di Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) sebanyak 2 buah, Sumatera Utara sebanyak 3 buah, Kalimantan Tengah sebanyak 2 buah, dan Provinsi Banten sebanyak 7 buah. Sementara untuk Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah akan dibangun masing-masing sebanyak 1 buah.

(mca/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed