Follow detikFinance
Rabu 16 Aug 2017, 21:47 WIB

Bantah Daya Beli Lesu, Mendag: di Mana Bukti Lemahnya?

Muhammad Idris - detikFinance
Bantah Daya Beli Lesu, Mendag: di Mana Bukti Lemahnya? Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, angkat bicara soal daya beli masyarakat Indonesia yang disebut-sebut tengah lesu. Menurutnya, kondisi lesunya masyarakat dalam berbelanja tersebut tak tepat.

"Semua realisasi naik, jadi tidak ada isu lemah, dari mana? Di mana bukti lemahnya? Ekspor naik, surplus, investasi naik, belanja naik, tingkat konsumsi naik, tidak ada alasan untuk turun," kata Enggartiasto di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Menurut Enggartiasto daya beli tak lesu didasarkan atas data-data dari toko ritel modern yang melantai ke bursa. Perusahaan-perusahaan tersebut masih mencatat kinerja positif.


"Data disampaikan dari perusahaan Tbk enggak ada (yang turun), semua naik, kecuali satu Matahari Store. Itu juga pendapatannya naik 10,83%. Kedua Alfa Trijaya kenaikanya 13,5% pendapatan, Alfa Midi pendapatanya naik 18,7%," ujar pria yang biasa disapa Enggar itu.

"Ramayana pendapatanya naik 9,84%. Ace Hardware naik 18% pendapatannya," lanjut Enggar.

Sebaliknya, sejumlah kalangan menilai ada penurun daya beli. Salah satunya ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, menilai kondisi tersebut bisa dilihat dari penjualan di sektor ritel dan kendaraan bermotor.


Didik menjelaskan, pada Juli tahun lalu penjualan ritel masih di kisaran double digit. Namun, pada April hingga Juni 2017 sektor ritel turun.

"Juli tahun lalu penjualan ritel tercatat masih di kisaran double digit yakni 16,43%. Namun pada April, Mei, Juni 2017 ini hanya 4%. Apakah ritel ini berpindah ke online? Saya kira sebagian saja beralih," kata Didik dalam diskusi bertema 'Daya Beli Menurun: Stagnasi atau Digitalisasi Ekonomi, di Jakarta, Sabtu (5/8/2017)..

Selain itu, Didik menambahkan, perlambatan juga terjadi di penjualan kendaraan bermotor.

"Nah bisa dilihat dari kendaraan mobil dan motor yang sangat merakyat kan ya, tidak tumbuh penjualan mereka, minus 13%. Apakah dengan data ini pertumbuhan ekonomi bisa dikatakan masih baik baik saja? Ini harus ada yang dicermati," jelas dia. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed