Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Sep 2017 10:32 WIB

Sri Mulyani Telah Kaji Soal Daya Beli Lesu, Ini Hasilnya

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Belum lama ini, ada beberapa pedagang hewan kurban yang mengeluhkan dagangannya sepi pembeli, atau tidak seramai penjualan di Idul Adha tahun sebelumnya.

Diketahui, sebelum sampai pada perayaan Idul Adha, perekonomian nasional tengah dihadapkan fenomena perlambatan daya beli masyarakat.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Kementerian Keuangan akan kembali melakukan studi mengenai fenomena daya beli masyarakat.

"Ya kita akan melihat kembali yang tadi disebutkan, beberapa studi yang dilakukan internal Kemenkeu masalah daya beli ini," kata dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Sri Mulyani menjelaskan, untuk kelompok masyarakat kelas menengah telah terjadi pertumbuhan namun tidak setinggi di tahun sebelumnya. Dia mencontohkan, misalnya tahun ini tumbuh sekitar 7%, pada tahun lalu berada di level 8-8,5%. Begitu juga pada kelompok masyarakat miskin yang telah terjadi pertumbuhan konsumsi lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

"Jadi memang kita lihat di satu sisi ada satu kelompok masyarakat yang pertumbuhan konsumsinya lebih tinggi dan daya belinya ada, dan itu terjadi akibat dari berbagai kebijakan pemerintah yang memfokuskan untuk meningkatkan daya beli kelompok yang berpendapatan 40% ke bawah," jelasnya.

"Sementara yang menengah ada sesuatu yang menyebabkan pertumbuhan konsumsi mereka lebih rendah dari tahun sebelumnya, ini juga penyebab dalam hal kenaikan listrik yang rumah tangga kelas menengah," ungkap dia.

Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, akan terus berusaha memperbaiki dari sisi kebijakan agar daya beli masyarakat tetap tumbuh dan mampu berdampak pada perekonomian nasional.

"Karena kita anggap policy ini kemudian akan dikompensasi dengan kebijakan yang bisa menciptakan lapangan kerja, memperbaiki tingkat daya beli melalui tingkat upah, perbaikan ekonomi dan confident dari tingkat investasi yang baru yang bisa menciptakan perputaran ekonomi baru, itu yang kita harapkan dari paket-paket kebijakan," tutup dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed