Follow detikFinance
Senin 25 Sep 2017, 20:11 WIB

Jokowi: Tahun 2019, Tol di RI Bertambah 1.800 Km

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Jokowi: Tahun 2019, Tol di RI Bertambah 1.800 Km Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Pemerintah terus mengebut pembangunan infrastruktur jalan tol di berbagai wilayah. Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan dari target awal selama 5 tahun yaitu pembangunan 1.200 km tol, realisasi yang bisa dicapai di 2019 adalah 1.800 km. Alias lebih panjang dari target yang ditetapkan.

"Saya hitung-hitung, sudah, 5 tahun target kita sementara 1.200, itu 5 tahun. Tadi saya tanya bisik-bisik lagi, Pak Menteri (Menteri PUPR), perkiraan 2019 dapat tambahan berapa km? Tadi dihitung, tambah, tambah, dapatnya kurang lebih nanti 1.800 km. Artinya Kita ngebut juga bisa," kata Jokowi, Senin (25/9/2017).

Pernyataan itu sendiri disampaikannya ketika memberi sambutan dalam acara pembukaan jalan tol ruas Bawen-Salatiga di pintu tol Salatiga.

Jokowi menambahkan, realisasi pembangunan jalan tol,nantinya bukan sekadar bertambah panjangnya jalan. Lebih dari itu, akan menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia adalah negara yang terus berkembang dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Kehadiran infrastruktur ini, juga dapat membantu Indonesia mengejar ketertinggalan pembangunan yang selama ini terkendala minimnya infrastruktur yang menjadi penghubung antar wilayah.

"Saya ingat saat itu diskusi dengan Pak Menteri PUPR, pak Basuki, dalam 5 tahun ini dapat berapa? Masak berpuluh tahun hanya 780 (kilometer). Padahal di Tiongkok, di China, bisa 4.000 sampai 5.000 kilometer per tahun," kata Jokowi.

[Gambas:Video 20detik]

Lebih pesatnya pembangunan jalan tol di era ini, sambung Jokowi, adalah karena timnya sudah menemukan terobosan yang selama ini mengganjal laju pertumbuhan infrastruktur. Salah satu terobosan yang dihasilkan adalah percepatan proses pembebasan lahan. Yaitu, Undang-undang 2 tahun 2012 tentang penyediaan lahan untuk infrastruktur.

"Problem ada di pembebasan lahan. Kenapa hanya 780 (kilometer)? Saya lihat, berhenti, berhenti, berhenti, berhenti, yang banyak karena masalah pembebasan lahan. Kunci sudah ketemu," tandasnya.

Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, setelah ruas tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 km itu diresmikan, berikutnya yaitu ruas Salatiga Kartosuro. Targetnya pada 2018 akhir Jakarta-Probolinggo sudah terhubung tol.

"Yang Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono- Mojokerto, Mojokerto-Surabaya selesai 2018. Jadi 2018 Merak-Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya-Probolinggo selesai. Kemudian Probolinggo-Banyuwangi 2019," terang Basuki. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed