Follow detikFinance
Jumat 29 Sep 2017, 14:20 WIB

Mangkrak 22 Tahun, Tol Becakayu Bakal Beroperasi Bulan Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Mangkrak 22 Tahun, Tol Becakayu Bakal Beroperasi Bulan Depan Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1b dan 1c sepanjang 8 km segera beroperasi pada Oktober bulan depan. Saat ini progres konstruksi seksi 1b dan 1c yang menyambungkan Universitas Borobudur, Jakarta Timur hingga perempatan Jakasampurna itu telah mencapai 95,15% dengan pengadaan tanah 92,91%.

"Becakayu sekarang dalam penyelesaian. Konstruksinya sudah 95%. Kemarin saya cek, itu masih ada beberapa pier yang finalisasi. Jadi nanti akan operasi duluan seksi 1b dan 1c. Oktober mestinya selesai," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Beberapa pekerjaan yang sedang dilaksanakan di lapangan saat ini di antaranya pekerjaan ramp, pierhead, erection girder, saluran, dan pengaspalan.

Sementara untuk seksi 1a yang menyambungkan ke Bekasi, ditargetkan selesai pada Maret atau April 2018. Saat ini pengadaan tanah untuk seksi 1a sudah mencapai 74,48% sedangkan konstruksinya 55%.

"Jadi nanti sisanya Maret 2018 sampai Bekasi," ujar Herry.

Tol Becakayu sendiri secara keseluruhan mencapai panjang 21,04 km. Ruas ini terdiri dari 2 seksi yakni seksi 1 yang menyambungkan Casablanca dengan Jakasampurna sejauh 11 km dan seksi 2 dari Jakasampurna ke Duren Jaya 10,04 km.

Proyek tol ini sendiri sudah dimulai sejak tahun 1995 pada era Presiden Soeharto. Pembangunan Jalan Tol Becakayu kembali dilanjutkan pada Januari 2015 setelah mangkrak sejak 1998.

"(Mangkrak) 22 tahun, kemudian dimulai lagi Januari 2015 kemarin, kebut-kebutan," ungkap Presidan Joko Widodo (Jokowi) saat blusukan ke area pembangunan, Senin (7/11) tahun lalu.

Rencana pembangunan jalan tol tersebut digulirkan dengan tujuan mengurangi kemacetan di jalur Bekasi-Jakarta. Pada 1996, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan patungan empat perusahaan yang menjadi investor jalan tol Becakayu mendapatkan hak pengelolaan ruas tol ini.

Dua tahun berselang atau pada 1998, Indonesia didera krisis moneter yang memporak-porandakan berbagai aspek ekonomi di tanah air. Proyek jalan tol ini pun ikut terkena imbasnya hingga akhirnya mangkrak.

Pada tahun 2013 kementerian yang waktu itu masih bernama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menggelontorkan dana Rp 350 miliar untuk membantu proses pembebasan lahan jalan tol ini.

Tujuannya untuk menstimulus dilanjutkannya kembali pembangunan jalan tol ini. Tapi imbas krisis ekonomi 1998 ditambah krisis ekonomi 2008 ke Investor Jalan tol Becakayu masih terasa. Sehingga proses pembangunan masih tersendat.

Akhirnya, baru pada Oktober 2014, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi PT Waskita Karya lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road mengambil alih sebagian besar saham Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pengelola Jalan Tol Becakayu PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Lewat akuisisi saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 240 miliar ini, Waskita Toll Road langsung menguasai kepemilikan sebesar 60% atas PT Kresna Kusuma Dyandra Marga. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed