Follow detikFinance
Rabu 18 Oct 2017, 18:14 WIB

Luhut Bakal Panggil Anies dan Sandiaga, Bahas Soal MRT

Hendra Kusuma - detikFinance
Luhut Bakal Panggil Anies dan Sandiaga, Bahas Soal MRT Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Bogor - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno terkait dengan kelanjutan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap kedua.

Luhut mengaku, pembangunan MRT Fase II Koridor Bundaran HI-Kampung Bandan sampai saat ini belum diputuskan dan masih dalam tahap pembicaraan terkait dengan perpanjangannya.

Adapun, pemanggilan Anies-Sandi juga lantaran sebagai perwakilan pemegang sama dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi itu dengan Pemda DKI baru kita bicarakan beberapa waktu yang lalu. Nanti saya kira Pemda DKI mungkin nanti berbincang," kata Luhut di Istana Bogor, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Pertemuan tersebut, kata Luhut, agar struktur pembangunannya lebih bagus dan sesuai keinginan pemerintah.

"Supaya strukturnya lebih bagus dengan pemerintah. Ini kan dengan Jepang. Dengan Jepang atau dengan China, kita enggak tahu, atau negara mana lagi dengan memberikan pendanaan atau struktur yang lebih baik lagi dengan pemerintah Indonesia," tukas dia.

Diketahui, progres pembangunan MRT Jakarta fase I Koridor Lebak Bulus-Bundaran HI telah mencapai 80%, pemasangan track railway (rel) telah dilakukan dan sudah sepanjang 1.360 meter dari total keseluruhan kurang lebih 36.000 meter.

Sedangkan untuk pengerjaan struktur bawah tanah telah selesai 90,22%, sementara struktur layang telah mencapai 70,16%.

Pada fase pertama ini, terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun, yakni tujuh stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), dan enam stasiun bawah tanah (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia).

Panjang jalur Lebak Bulus - Bundaran HI adalah 16 kilometer (km), yang dapat melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta, yang terdiri dari 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali.

Kereta akan dioperasikan secara otomatis atau tanpa masinis, melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC), yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia. Selain itu, rel kereta MRT Jakarta akan menggunakan Direct Fixation Tract, Anti Vibration Sleeper, PC Sleeper, dan Ballasted Track. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed