Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 17:20 WIB

Gelar Lapak di Trotoar, Pedagang Tanah Abang Ngaku Omzetnya Naik

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Gelar Lapak di Trotoar, Pedagang Tanah Abang Ngaku Omzetnya Naik Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Banyak pedagang Pasar Tanah Abang memilih pindah berjualan di trotoar alias menjadi Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasalnya, omzet yang mereka peroleh dirasa naik dibandingkan dengan berjualan di toko.

Kenaikan omzet tersebut tergolong tinggi bila disandingkan dengan omzet yang mereka peroleh bila berdagang di toko.

Sejumlah pedagang blok G Pasar Tanah Abang menutup toko mereka dan menggelar lapak di trotoar. Alasannya dagangan mereka sepi selama berjualan di toko.

Setelah beralih ke trotoar yang tak jauh dari Blok G, mereka mengaku omzetnya meningkat.

"Di sini (trotoar) lebih untung banget jualannya. Di toko blok G itu saya banter cuma sekitar Rp 150.000/bulan, malah pernah Rp 0. Di sini bisa sampai Rp 3 juta/sebulan," kata pedagang pakaian anak yang pindah dari lantai 2 blok G Pasar Tanah Abang ke trotoar, kepada detikFinance, Selasa (14/11/2017).


Menurutnya sepinya blok G Tanah Abang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, dan sejak dua tahun terakhir ia menggelar lapak di trotoar.

"Sepi yang terasa banget itu 2-3 tahun ini, akhirnya mutusin pindah ke bawah sini. Baru 2 tahun kok," jelasnya.

Senada, seorang pedagang lainnya mengatakan, lebih baik berdagang di trotoar ketimbang di toko. Ia memindahkan dagangan dasternya dari toko yang dia sewa di lantai dua ke trotoar.

Ia mengaku baru sebulan menggelar lapak di trotoar dekat Blok G Pasar Tanah Abang.

"Di sini jauh beda sama jualan di atas (toko). Di atas omzetnya bisa Rp 0, Rp 50 ribu saja enggak dapat. Kalau di sini lumayan ya saya juga baru 1 bulan," tuturnya.

Sementara itu, seorang perwakilan dari PD Pasar Jaya yang enggan disebut namanya mengatakan, sepinya blok G pasar Tanah Abang terjadi sejak periode 2014-2015, sehingga para pedagang penyewa toko meninggalkan Blok G Pasar Tanah Abang.

"Sepinya itu mulai tahun 2014-2015. Jadi pedagang kabur, alasannya mungkin karena enggak laris, enggak ada pengunjung," pungkasnya. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed