Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 12:58 WIB

Curhat Susi, 3 Tahun Jadi Menteri Dibilang Gila

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Curhat Susi, 3 Tahun Jadi Menteri Dibilang Gila Foto: Dok. Pribadi
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku tak mempersoalkan banyak pihak yang menentang kebijakannya soal penenggelaman kapal. Dia mengaku sempat dibilang bodoh hingga gila lantaran dianggap tak memahami aturan hukum, tapi semena-mena membuat suatu kebijakan yang kontroversial.

Susi bilang kebijakan penenggelaman kapal yang dia lakukan diatur dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Kebijakan ini dilakukan lantaran kekayaan laut Indonesia hanya dinikmati segelintir orang dan menimbulkan kerugian yang sangat banyak kepada negara.

Tapi dia menyesalkan, kebijakan ini dianggap gila oleh sebagian orang dan malah justru mencari-cari kesalahan dari kebijakan yang dia buat.

"Semua orang malah mencari pasal hukum, apa yang dilanggar oleh menteri gila ini. Semua mencari aturan yang dilanggar oleh Menteri Susi itu apa, hak asasi manusia apa? Hukum negara apa yang dilanggar? Itu yang dicari oleh orang kita. Kalau kita seperti itu, ya kita rugi sendiri. Ya susah negara ini mau maju," katanya saat memberikan sambutan pada acara peringatan hari anti korupsi di kantornya, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dia sendiri tak memperdulikan omongan orang-orang itu. Yang Susi tahu, pencurian ikan merupakan pelanggaran hukum dan hukum harus ditegakkan.

"Saya tidak mau membuka pasal, pasal itu kerjaannya Pak Ota (Koordinator Satgas 115), bukan kerjaan saya. Itu kerjaan Pak Irjen, Pak Jaksa. Belajar tentang aturan KKP saja, sudah pusing. Saya harus belajar lagi tentang pasal-pasal hukum, pusing kepala saya. Orang jahat, hukum dulu, Pak. Pasalnya apa, ya bapak cari," ucapnya yang kemudian disambut tepuk tangan para hadirin.


Dia tidak ingin, Indonesia terus berkutat di dalam satu kesalahan, dan membiarkan para pencuri ikan mengeruk kekayaan alam laut Indonesia selama puluhan tahun.

"Kalau kita mau berkutat, beradu sendiri mencari pasal untuk menghukum orang yang telah menjahati kita, enggak ada gunanya. Itu saya tidak mau ikut aliran itu. Perikanan kita ini terancam oleh pencurian ikan. Anda bekerja semua cari dari masing-masing dunia keahliannya masing masing, to put it together, how we punish the bad guy," pungkasnya. (eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed