Follow detikFinance
Selasa 09 Jan 2018, 12:26 WIB

Sepakat dengan Luhut, Pengusaha Ingin Susi Setop Tenggelamkan Kapal

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sepakat dengan Luhut, Pengusaha Ingin Susi Setop Tenggelamkan Kapal Foto: dok. Humas Bakamla
Jakarta - Perintah Menteri Koordinator Bidang Kematitiman Luhut Binsar Panjaitan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk tidak lagi melakukan penenggelaman kapal menjadi hal yang ramai dibahas.

Susi diminta berhenti untuk menenggelamkan kapal dan mulai fokus untuk menggenjot produksi ekspor ikan. Lantas bagaimana tanggapan para pengusaha di sektor kelautan dan perikanan terkait larangan tersebut?

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, mengatakan memang sudah saatnya Susi untuk berhenti menenggelamkan kapal. Dirinya mengusulkan agar kapal-kapal pencuri tersebut lebih baik dihibahkan kepada nelayan yang membutuhkan.


"Menurut kami sesuai dengan masukan Pak Luhut, diberikan saja (kapal) kalau sudah inkrah secara hukum kepada nelayan-nelayan yang membutuhkan," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Yugi menjelaskan, selama ini ada kekhawatiran bila kapal yang diberikan ke nelayan tersebut akan dikembalikan lagi ke pemilik-pemilik kapal. Bila demikian, kata Yugi, maka seharusnya pemerintah bisa dengan mudah memantaunya.

"Selama ini kan takutnya katanya begini, setelah kapal itu diberikan ke nelayan, nanti dikasih lagi ke bosnya yang di sana. Ya itu dikawal saja, kan itu bukan sesuatu yang sulit," jelasnya.


Menurutnya, langkah Susi dalam menenggelamkan ratusan kapal selama tiga tahun ini sudah cukup memberikan shock therapy kepada para pencuri ikan. Saat ini, Yugi mengatakan, sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengedepankan kesejahteraan para nelayan.

"Jadi mau berapa ratus kapal lagi yang ditenggelamkan, untuk shock terapy sudah cukup menurut saya. Jadi kita berpikir realistis, bukan tidak nasionalis dan bukan tidak memikirkan kepentingan kita. Kalau shock terapi itu di mana-mana sekali saja jadi cukup lah penenggelaman kapal," katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budi Wibowo, juga mengatakan memang sudah seharusnya KKP juga mulai fokus untuk menggenjot produksi ekspor ikan dalam negeri.


Kendati begitu dirinya tidak mau ikut berkomentar soal larangan penenggelaman kapal tersebut.

"Setuju sekali mengingat ekspor perikanan kita turun selama Pemerintahan (Presiden) Jokowi. Saya setujunya yang peningkatan ekspor, yang tentang peneggalaman kapal saya no comment," pungkasnya.



Bagaimana menurut Anda, setuju atau tidak Menteri Susi berhenti tenggelamkan kapal pencuri ikan? Ikuti polling di bawah ini:

Luhut Minta Susi Berhenti Tenggelamkan Kapal, Setuju atau Tidak?
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed