Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Mar 2018 18:33 WIB

Kenapa Jokowi Rajin Tambah Utang?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbilang getol tambah utang. Februari 2018 telah mencapai Rp 4.034,80 triliun, tumbuh 13,46% dibanding periode yang sama di 2017. Apa alasan pemerintah rajin tambah utang?

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menjelaskan salah satu alasan pemerintah utang karena ingin mempercepat pembangunan infrastruktur.

"Kita bisa membangun (infrastruktur) lebih cepat karena ada utang duluan. Nanti kita bayar belakangan," katanya ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018).


Dengan kata lain, pemerintah utang agar bisa membangun infrastruktur lebih cepat ketimbang menunggu punya uang sendiri. Jika harus menunggu, dianggap terlalu lama. Sementara pembangunan infrastruktur Indonesia sendiri sudah terlambat.

Dia pun memberi contoh bahwa setiap orang pun pernah berutang. Hal itu guna memenuhi kebutuhan mendesak sementara dananya tidak ada untuk memenuhi kebutuhan. Akhirnya jalan satu-satunya menggunakan utang.

"Sama persis kayak kita masing-masing, (punya) credit card. Itu sih tingkatannya kecil, nilanya kecil. Tapi itu membuat kita bisa mengkonsumsi yang harusnya belum bisa kita konsumsi sekarang," terangnya.


Lalu muncul pertanyaan, kenapa harus berutang? kenapa tidak menunggu sampai punya uang? sehingga tidak terkesan memaksakan kehendak dan lupa utang terus membengkak. Lagi-lagi Suahasil mengumpamakan dengan kartu kredit, bagaimana orang membeli handphone sebagai penunjang kerja menggunakan instrumen utang tersebut.

"Kenapa mesti maksain pakai credit card sekarang? mungkin akan ada yang berpendapat kalau saya beli handphone sekarang, saya bisa pakai buat kerja. Oke deh saya beli handphone dulu tapi nggak punya duit sekarang, belum gajian, ya pakai credit card dulu. Itu artinya utangnya dipakai untuk sesuatu yang produktif," ujarnya.


Negara pun kata dia berutang untuk suatu hal yang produktif juga, salah satunya untuk bangun infrastruktur itu. Infrastruktur menjadi salah satu cara pemerintah menumbuhkan perekonomian negara.

"Artinya kita bangun infrastruktur, dan di pemerintahan ini kan (utang) dipakai besar-besaran untuk bangun infrastruktur, untuk bangun jalan, untuk bangun pelabuhan, berbagai macam, telekomunikasi dan macam-macam itu akan nanti (dampak positifnya dapat dirasakan)," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed