Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Des 2019 07:05 WIB

Fakta di Balik Harley & Brompton Ilegal di Pesawat Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dok. Airbus Foto: Dok. Airbus
Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Kiriman pesawat barunya yakni Airbus A330-900 ditumpangi barang yang diduga ilegal.

Barang tersebut yakni, komponen Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton baru.

Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro menjelaskan, kejadian ini terungkap ketika pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh Garuda Indonesia tiba di Indonesia pada 17 November 2019. Pesawat baru tersebut didatangkan dari Prancis.

"Pada saat datang pesawat mengangkut 10 orang crew dan 22 orang penumpang. 10 orang crew sesuai dan 22 ada di passenger manifest," ujar Deni kepada CNBC Indonesia, Senin (2/11/2019).

Nah, bersamaan dengan penerbangan tersebut terdapat 18 kotak yang dibawa di dalam pesawat. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa 15 kotak berisi berisi spare part motor Harley Davidson dengan kondisi bekas. Sementara itu tiga kotak lainnya terdapat 2 sepeda Brompton baru.

Menurutnya, seluruh barang tersebut adalah milik penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut. Meski demikian, Bea dan Cukai mengaku penelitian mengenai status barang tersebut belum selesai dilakukan.

"Kita lihat dulu. Apakah ada pelanggaran atau enggak. Kalau selama ini penumpang biasa tidak boleh barang bekas. Itu kan jadi barang dikuasai negara. Misalnya barang baru, ada larangan atau pembatasan nggak? Kalau tidak ada keduanya maka dia harus dikenai kewajiban fiskal, yakni bea masuk, PPN dan PPh," ujarnya.

Katanya direksi Garuda ikut di penerbangan tersebut?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com