SBY pun mencerikan awal pengalaman yang menginspirasinya dalam mengembangkan industri kreatif di Indonesia saat membuka acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 di JCC, Jakarta (26/6/2009).
Cerita kepincutnya SBY pada industri kreatif ternyata berawal ketika pertemuan APEC di Fusan Korea pada 2005, dimana 21 negara berkumpul. Dalam kesempatan itu tuan rumah Korea menyuguhkan pameran industri kreatif yang membuat decak kagum para tamu negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya saat ini negara-negara seperti AS, Jepang dan Korea sudah cukup maju perkembangan industri kreatifnya terutama yang berbasis teknologi.
Dalam perkambangannya pemerintah menindak lanjuti dengan melakukan pertemuan dengan pihak Korea. Lalu puncaknya pada tahun 2006 pemerintah melalui Departemen Perdagangan mulai menyusun roadmap dan cetak biru industri kreatif di Indonesia.
"Agar ekonomi kreatif berbasis teknologi dan budaya bisa dikembangkan lagi," jelasnya.
SBY juga mencerikan kisah awal pelaksanaan PPKI, ketika ia menugaskan kepada Menkokesra di sebuah penerbangan pesawat agar membuat suatu pekan yang bisa mewadahi menyatukan budaya dan teknologi sebagai cikal bakal PPKI yang digelar tahun 2007 lalu.
Jangan Tergantung dengan 3 Pilar Ekonomi Konvensional
SBY menegaskan bahwa nasib masa depan perkonomian Indonesia jangan hanya digantungkan dengan pilar ekonomi yang sudah diprioritaskan yaitu pertanian, industri dan jasa yang memiliki posisi sangat penting. Namun kata dia perlu ada upaya untuk mengembangkan pilar ekonomi lainnya yaitu ekonomi kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
"Saya mengatakan dua hal yang baru yang memerlukan atensi yang tinggi untuk mengembangan di waktu yang akan datang (pariwisata dan kreatif)," ucapnya.
Sehingga ke depannya pemerintah akan tetap mendorong 3 pilar ekonomi pertanian, industri, jasa dan akan mendorong pula percepatan dan perluasan pengembangan ekonomi pariwisata dan kreatif.
(hen/lih)











































