Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 18 Mar 2011 21:08 WIB

Rokok Jadi Prioritas No.2 Masyarakat RI Setelah Beras

- detikFinance
Jakarta - Tingkat konsumsi rokok masyarakat Indonesia cukup tinggi. Saat ini enam dari sepuluh rumah tangga termiskin di Indonesia mempunyai pengeluaran untuk rokok. Rokok memiliki prioritas kedua setelah beras.

Demikian disampaikan oleh Peneliti Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Abdilah Ahsan dalam seminar soal rokok di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (18/3/2011).

"Pengeluaran untuk rokok itu mengalahkan konsumsi yang lebih penting. Konsumsi untuk rokok itu menempati posisi kedua, yang pertama padi-padian," jelasnya.

Abdilah mengatakan, tren konsumsi rokok di Indoesia semakin tak terkendali. Di 2007, satu dari tiga orang Indonesia merokok, bahkan 65,6% laki-laki di Indonesia mengkonsumsi rokok.

Lebih mencengangkan lagi, di 2007, remaja umur 15-19 tahun yang mengkonsumsi rokok mencapai 18,8%.

"Jika dibiarkan terus menerus bisa mencapai 25%. Karena itu kita perlu menaikkan harga rokok agar konsumsinya terkendali. Caranya lewat kenaikan tarif cukai," kata Abdilah.

Pasar rokok yang laku di Indonesia adalah rokok kretek. Karena itu saat ini banyak perusahaan rokok putih asing berlomba membeli perusahaan rokok lokal, untuk merebut pasar.

"Karena itu, tarif cukai rokok harusnya dinaikkan ke tarif maksimal yaitu 57% dari harga rokok eceran," imbuh Abdilah.

Namun, saat ini perusahaan roko juga terus-menerus meningkatkan iklannya untuk menarik para konsumen. Ini juga yang menjadikan konsumsi rokok sulit ditekan.

"Naikkan cukai Untuk melindungi kesehatan mencegah anak-anak merokok dan mengurangi konsumsi. Kita juga harus ikut beberapa negara yang melarang iklan rokok. Sekarang rokok di Indonesia semakin mudah dijangkau banyak kalangan," tutur Abdilah.



(dnl/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed