Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Mar 2012 14:58 WIB

Djan Faridz & Djoko Kirmanto Rela Anggarannya Dipotong untuk BLT

- detikFinance
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) harus rela anggarannya dipotong untuk kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rencananya berbentuk bantuan langsung tunai (BLT).

Anggaran Kementerian PU dipotong hampir Rp 1 triliun lebih dan anggaran Kemenpera dipotong sekitar Rp 149 miliar untuk anggaran Bantuan Langsung Swadaya Masyarakat (BLSM).

"Kementerian PU itu pengurangannya Rp 1 triliun lebih," ungkap Menteri PU Djoko Kirmanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2012).

Anggaran yang 'terpaksa' dipotong yakni anggaran belanja pegawai Rp 73,6 miliar kemudian belanja barang Rp 478 miliar dan belanja modal Rp 508 miliar. "Itu diberikan ke Kementerian Keuangan untuk nanti mereka bagi-bagi khusus kompensasi masyarakat miskin dan hampir miskin," tuturnya.

Ditempat yang sama Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengatakan anggarannya dipotong Rp 149 miliar. Namun, Kemenpera mendapatkan anggaran tambahan yang akan digunakan untuk bedah rumah dan penataan pemukiman kumuh.

"Kita dapat tambahan anggaran Rp 1,3 triliun untuk bedah rumah dan penataan pemukiman kumuh di Ciliwung," kata Djan Faridz.

Adapun bedah rumah akan dilakukan kepada 240.000 rumah. Untuk anggaran pemukiman kumuh Ciliwing sekitar Rp 600 miliar.


(dru/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed