SBY: AS akan Terpasung Pada Pertumbuhan Ekonomi Sangat Rendah

SBY: AS akan Terpasung Pada Pertumbuhan Ekonomi Sangat Rendah

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 16 Agu 2012 20:56 WIB
SBY: AS akan Terpasung Pada Pertumbuhan Ekonomi Sangat Rendah
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan krisis ekonomi global saat ini bermula dari krisis utang pemerintah di sejumlah negara Eropa. Penyebabnya karena penanganan yang tidak tuntas sehingga Eropa mengalami krisis keuangan dan ekonomi.

Menurut SBY dampak dari krisis Eropa ikut menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara dan kawasan lainnya termasuk Amerika Serikat (AS) yang lebih dulu kena krisis. Berdasarkan perkiraan dasar perekonomian Eropa pada tahun 2012 ini akan mengalami kontraksi sebesar 0,3%.

"Perlambatan ekonomi, juga dirasakan oleh negara-negara berkembang di kawasan Asia, khususnya negara-negara yang ekspornya memiliki peranan besar dalam perekonomian. Ekonomi China dan India yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia, akan melambat," kata Presiden SBY dalam pidato nota keuangan 2013 di gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (16/8/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan pada tahun ini, ekonomi China diperkirakan akan tumbuh maksimal 8% atau jauh lebih rendah dari pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai belasan persen. Sedangkan India diperkirakan tumbuh sekitar 6,1%.

"Sementara itu, Amerika Serikat akan terpasung pada pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah. Sedangkan, Jepang yang tahun lalu dilanda bencana hebat, tahun 2012 ini diperkirakan mengalami stagnasi," kata SBY.

SBY menuturkan dari berbagai perkembangan tadi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2012 direvisi dari proyeksi sebelumnya 4% menjadi 3,5% dengan risiko ke bawah yang makin menguat. Pertumbuhan volume perdagangan dunia juga direvisi ke bawah dari perkiraan sebelumnya 4% menjadi 3,8%.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads