"Ada 2 fenomena yang haru kita cermati soal teh," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam acara pelelangan teh di Kawasan Menteng Jakarta, Rabu (9/01/2013).
Bayu menuturkan, pertama impor teh ke Indonesia naik signifikan sejak 3 tahun terakhir, per tahun pertumbuhan impor teh mencapai 15-20%. Bayu menduga ada yang salah dari kondisi industri teh di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tidak menguntungkan oleh karena itu ada konversi lahan teh," imbuhnya.
Menurut Bayu Tahun 2011 angka ekspor teh Indonesia sebanyak 75.000 ton sedangkan impor mencapai 20.000 ton. Indonesia impor teh dari negara Kenya, India, Srilangka dan Vietnam.
Khusus untuk teh impor asal Vietnam menurut Bayu kualitasnya tidak terlalu baik. Ini yang harus dicermati sebagai tindak lanjut arah kebijakan impor ke depan.
"Kualitas teh Vietnam itu kurang bagus jadi kita harus cermati. Untuk ekspor sebanyak 75.000 itu ke pasar Rusia, Eropa bahkan kita masuk juga ke India dan Srilangka. Market ekspor masih sangat terbuka. Permintaan masyarakat kita juga meningkat tetapi produksi kita turun dan lahan juga turun," jelas Bayu.
(wij/hen)











































