"Kalau paksa orang mogok kerja dan sweeping, kita pikirkan Anda seorang buruh harian, lalu pabrik tutup karena dipaksa sweeping. Lalu siapa yang menggaji buruh harian yang tidak bekerja? Kalau 3 hari Anda tidak makan pasti sudah pas-pasan. Saya minta para aktivis buruh agar mengerti biar nggak salah kalau berdemo," kata Ahok saat ditemui di Gedung Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013).
Menurutnya, perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp 2.299.860 sudah dihitung secara benar. Sehingga tuntutan buruh yang meminta kenaikan UMP tahun 2014 sebesar Rp 3,7 juta dinilai tidak realistis. Sementara itu, Ahok menegaskan jumlah item KHL tak berubah yaitu 60 item, bukan 84 item seperti yang diusulkan para buruh.
"Tetapi tolong jangan dipaksain menjadi Rp 3,7 juta. Kasihan buruh yang lain di-PHK. Siapa yang bisa kasih usaha dengan gaji Rp 3,7 juta," imbuhnya.
Menurut Ahok, nilai proyeksi kenaikan UMP DKI Jakarta tahun depan yang tidak lebih dari 10% dari KHL. Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan layanan publik yang murah sehingga buruh tidak kehilangan daya beli.
"(Dampak demo) Ini pengaruh ke daya saing jadi kita harus duduk sama-sama. Pemerintah membantu supaya nilai KHL-nya jangan rendah. Harus ada KJS (Kartu Jakarta Sehat), transportasi murah dan tempat tinggal yang murah itu sedang kita siapkan. Mesti sama-sama kita duduk bersama," katanya.
(wij/hen)











































