Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Feb 2014 07:17 WIB

Laporan dari Singapura

Selain Jadi Pemasok BBM, Apa Untungnya Singapura Untuk Indonesia?

- detikFinance
Singapura - Indonesia memiliki ketergantungan yang kuat terhadap Singapura. Terutama dalam pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), karena sebagian besar berasal dari negeri jiran tersebut.

Tapi tak hanya itu, Singapura juga memberikan konstirbusi lain bagi perekonomian Indonesia. Terlihat pada investasi tahun 2013 yang mencapai US$ 4,7 miliar atau berada nomor dua setelah Jepang.

"Singapura itu nomor dua investor terbesar kedua setelah Jepang. Kalau dalam tiga tahun sebelumnya itu nomor satu terus. Tapi tahun lalu disalip Jepang. Karena Jepang menjadikan Indonesia sebagai tujuan pertama investasi," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura, Rabu (12/2/2014)

Ada lima sektor yang menjadi tujuan investor asal Singapura, yaitu transportasi dan telekomunikasi sebesar US$ 1,1 miliar, agrobisnis sebesar US$ 659,1 juta, pertambangan sebesar US$ 605 juta, industri makanan US$ 440,2 juta dan industri kimia dan farmasi US$ 237,6 juta.

"Memang yang paling besar itu sektor transportasi dan telekomunikasi," ujarnya

Kemudian wilayah tujuan investasi adalah DKI Jakarta dengan US$ 1,45 miliar, Banten US$ 438,8 juta, Jawa Barat US$ 393 juta, Jawa Timur US$ 303,8 juta dan Sumatera Selatan US$293 juta.

"Kalau untuk DKI Jakarta itu 394 proyek yang ada tahun lalu," sebut Hatta.

Hatta mengatakan bersama pemerintah Singapura sudah siap bekerjasama dalam peningkatan investasi. Khususnya dalam pengenalan proyek di Indonesia kepada para pengusaha di Singapura.

"Investasi akan terus meningkat. Karena ada komitmen untuk terus mempromosikan MP3EI bersama investor lain. Baik para pengusaha Singapura maupun yang lain," imbuhnya



(mkl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed