Tol Bandara Kualanamu Mulai Dibangun Pekan Depan, Selesai 2018

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2014 16:33 WIB
Jakarta - Konsorsium PT Jasa Marga Tbk akan memulai groundbreaking proyek Tol Medan-Kalanamu-Tebing Tinggi. Jika tak ada aral melintang, tol sepanjang 61 km ini akan bisa beroperasi 2018.

Direktur Keuangan PT Jasa Marga Reynaldi Hermansjah mengatakan perserian memang getol mengincar proyek ini lantaran dianggap sangat mendongkrak kinerja perusahaan.

"Potensinya bagus. Traffic harian diperkirakan 18.000-20.000 kendaraan per hari. Jadi memang sangat potensial. Nggak mungkin kita masuk kalau nggak potensial," katanya usai membuka acara Investor Summit di The Ritz Carlton Hotel Jakarta, Rabu (17/9/2014).‬

Jasa Marga menggandeng 3 badan usaha milik negara lainnya untuk menggarap Tol Medan-Kalanamu-Tebing Tinggi.

"Ada PT Hutama Karya (HK), PT Waskita Karya (WSKT) dan PT PP. Porsi kami dalam konsorsium adalah 55%, dan sisanya dibagi tiga antara HK, WSKT dan PP," jelasnya.

Adapun nilai proyek jalan tol ini adalah Rp 4 triliun. Dengan porsi perusahaan sebesar 55% maka porsi investasi yang harus ditanggung perusahaan dalah Rp 2,2 triliun.

"Kebutuhan investasi akan kita penuhi 30% dari dana sendiri dan 70% dari luar. Bisa dari pinjaman perbankan atau yang lain," sebutnya.

Adapun nilai investasi yang dimaksud adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendanai proyek dari mulai perencanaan sampai pengerjaan fisik.

"Untuk pembebasan lahan itu jadi tanggung jawab Pemda. Sekarang masih pembebasan lahan. Pengadaan lahan diharapkan awal tahun depan selesai," katanya.

Ia melanjutkan, langkah pemancangan atau groundbreaking sebagai tahap awal pengerjaan proyek ini akan mulai dilakukan pada pekan depan.

"Sedangkan pembangunan konstruksi kita proyeksi tahun depan, tapi itu tergantung ketersediaan lahan. Pengerjaan konstruksi sekitar 2-3 tahun, jadi proyeksi selesai 2018, tergantung ketersediaan lahan tadi," katanya.

Tol yang akan tersambung langsung ke Bandara Kualanamu di Deli Serdang ini akan memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 23 September 2014.

Tol ini terbagi menjadi dua, yaitu porsi pemerintah dan pihak investor. Pemerintah sudah melakukan proses konstruksi dari Medan-Par Barakan-Kualanamu, sedangkan investor akan mengerjakan porsi Par-Barakan hingga Tebing Tinggi. .

Panjang keseluruhan tol ini mencapai 61,8 km. Sepanjang 17,8 km adalah porsi pemerintah, dan 44 km porsi investor atau Badan Usaha Jalan Tol.

(zul/hen)