Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Sep 2014 19:01 WIB

Sentuh Titik Terendah di 2014, Harga Emas Diprediksi Kinclong Lagi

- detikFinance
Jakarta - Beberapa kalangan memperkirakan harga emas bakal naik lagi tahun depan setelah sempat mencapai titik terendahnya sepanjang 2014, pada bulan ini.

Rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan tingkat suku bunga memang sempat membuat harga emas meredup. Namun justru hal ini memutus segala spekulasi yang berimbas pada penurunan harga emas.

"Tahun depan pasca naiknya suku bunga The Fed, harga emas akan kembali naik secara perlahan tapi pasti, karena semua spekulasi atau rumor atau berita utama yang bisa menurunkan harga emas sudah tidak ada lagi," kata Manajer Pemasaran PT Logam Mulia Bambang Widjanarko kepada detikFinance, Minggu (28/9/2014).

Ia menjelaskan, kepastian The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunganya akan membuat dolar menguat terhadap rupiah. Pelemahan rupiah atau menguatnya dolar bisa mengerek harga emas. Pergerakan harga emas di tahun depan diperkirakan naik hingga mencapai 9%-12% sepanjang tahun 2015.

"Kalau rupiah melemah, emas bisa naik. Kecenderungan tetap atau meningkat semua tergantung rupiah terhadap dolar. Akan naik secara bertahap 9%-12%," katanya.

Bambang menambahkan harga emas dunia mencapai level terendah tahun ini, hampir menyentuh US$ 1.200 per troy ons pada Jumat (26/9/2014) lalu. Penurunan ini juga berpengaruh pada rendahnya harga emas di dalam negeri yang mencapai level terendahnya di harga Rp 483.000/gram untuk pecahan 1 Kg yang dijual PT Aneka Tambang melalui Logam Mulia.

Dihubungi terpisah, Analis komoditi PT Millennium Penata Futures Suluh Adil Wicaksono memprediksi kenaikan harga emas di tahun depan.

Menurutnya, posisi harga emas saat ini sudah menyentuh level terendahnya yaitu di angka US$ 1.206 per troy ons pada Januari 2014 dan mengulang pada 26 September 2014 di posisi yang sama.

Namun, level terendah ini masih kalah dibanding level terendah di tahun 2013 yang mencapai posisi US$ 1.180 per troy ons.

"Memang ada kemungkinan tahun depan naik tapi pengaruhnya banyak, tidak hanya pada harga emas spot dunia. Angka US$ 1.206 per troy ons merupakan double bottom, bahkan menyentuh support. Tahun depan naik kemungkinan besar iya dikarenakan saat ini harga emas sudah menyentuh double bottom," jelasnya.

Suluh menyebutkan, kemungkinan di tahun depan harga emas spot dunia akan naik di kisaran US$ 1.300 per troy ons.

"Tahun depan, kalau harga emas spot-nya naik, harga emas dalam negeri juga naik. Faktor yang mempengaruhi harga spot naik biasanya para pelaku pasar karena harga saat ini sudah rendah sehingga perlu ambil posisi untuk saatnya naik, tapi biasanya ini hanya sementara dan jangka pendek, mereka akan jual lagi di saat ada instrumen lain yang lebih menguntungkan," katanya.

Suluh mengungkapkan, harga emas dunia akan menyentuh level psikologisnya di angka US$ 1.200 per troy ons jelang 4 Oktober ini dan diasumsikan bisa menyentuh level tertinggi di angka US$ 1.300 per troy ons di tahun depan.

"Emas masih akan fluktuatif, jika naik, naik bener, jika jatuh, jatuh bener, ini menjelang Oktober ya. Kalau tahun depan, ya itu ada kemungkinan naik dengan asumsi harga spot US$ 1.300 per troy ons. Tapi kalau pergerakan harga emas Antam biasanya mengikuti kurs rupiah, jika rupiah melemah, harga emas akan naik dan sebaliknya, makanya Antam cenderung lebih melihat ke pergerakan rupiah," pungkasnya.

(drk/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed