Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Mar 2015 10:36 WIB

Di ASEAN, Persentase Jumlah Pengusaha di RI Kalah dari Malaysia dan Thailand

- detikFinance
Foto: Menkop UKM Foto: Menkop UKM
Jakarta - Jumlah pengusaha atau wirausaha di Indonesia jauh lebih sedikit, dibandingkan negara lain di Asia Tenggara (ASEAN). Singapura masih menjadi yang terdepan dalam mencetak pengusaha di negara ASEAN.

"Di Singapura, jumlah pengusaha sudah mencapai 7% (dari jumlah penduduk), Malaysia 5%, Thailand 3%, sedangkan di Indonesia yang jumlah penduduknya besar hanya 1,65%," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di acara Penjurian Nasional Program Wirausaha Mandiri 2014, di Gedung Wisma Mandiri Club, Jalan Mataram, Jakarta Selatan, Selasa (10/03/2015).

Yoga mengatakan, saat ini kementeriannya masih terus mendata jumlah pelaku usaha, terutama sektor usaha kecil menengah yang ada di Indonesia. Menurut data sementara yang dikelola dari 23 kementerian/lembaga (K/L) saat ini ada 42 juta pelaku UKM yang ada di seluruh Indonesia.

"Ini embrio wirausaha harus dibina, jangan jalan sendiri-sendiri," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga konsen meningkatkan pertumbuhan ekonomi, demi terciptanya pemerataan kesejahteraan termasuk bagi UKM. Dalam upaya membantu pemerintah, ia memberikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang telah membina sekaligus memberikan bantuan pengembangan wirausaha di Indonesia, dengan bantuan melalui dana CSR atau Corporate Social Responsibility.

Namun Yoga mengingatkan Bank Mandiri terus mendorong dan meningkatkan wirausaha, agar menjadi pengusaha yang benar-benar mandiri dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

"Saya apresiasi sekali Bank Mandiri atas kegiatan wirausaha ini, agar pertumbuhan bisa dinikmati masyarakat secara merata," tuturnya.

Di tempat yang sama, Dirut Bank Mandiri Budi G Sadikin menjelaskan, salah satu program CSR Mandiri dibuat untuk pengembangan wirausaha. Ia ingin wirausaha di Indonesia bisa unjuk gigi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

"Program CSR yang bagus haruslah program yang bisa menjamin sustainability perusahaan di masa datang. Kalau Indonesia banyak wirausaha-wirausaha muda Indonesia akan semakin maju. Harapannya adalah, kalau jalan-jalan ke luar negeri misal ke New York atau London, kita akan bisa menikmati Indonesian restaurant dengan menu-menu seperti rendang dan lontong cap gomeh," paparnya.

Di dalam acara ini juga dihadirkan 51 finalis nasional Wirausaha Muda Mandiri, 16 tim finalis nasional Wirausaha Sosial Mandiri, dan 10 tim finalis nasional Mandiri Young Technopreneur.

(wij/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed