Follow detikFinance
Sabtu, 25 Apr 2015 18:23 WIB

2 Ruas Ini Mangkrak, Jakarta-Surabaya Belum Bisa Terhubung Tol

- detikFinance
Jakarta - Proyek jalan tol Jakarta-Surabaya tanpa putus atau Tol Trans Jawa belum bisa terealisasi. Karena saat ini, masih ada dua ruas tol di jalur tersebut yang mangkrak dan tidak dibangun investor yang memegang izin.

"Saat ini masih ada dua ruas tol yang mangkrak, yakni Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Kalau ini jalan sebenarnya sudah bisa terhubung Tol Jakarta-Surabaya," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadumuljono, pada acara diskusi Infrastruktur 'Membongkar Sumbatan Perekonomian Indonesia, di Mal FX, Jakarta, Sabtu (25/4/2015).

Basuki mengatakan, pemerintah masih memberi waktu kepada kedua investor untuk segera mengerjakan proyek tol tersebut sampai akhir tahun. Apabila tidak dikerjakan juga, maka izinnya langsung dicabut.

"Yang pertama kali saya lakukan, saya bebaskan dulu tanahnya, akhir tahun selesai, lalu tanah sudah selesai, saya beri waktu satu bulan ke investornya, kalau dia tidak bisa bergerak saya langsung cabut," tegasnya.

Bila tidak ada masalah, artinya investor tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang segera membangun paling tidak di awal 2016, dan bisa selesai di 2017. Bila ini terjadi, maka tol Jakarta-Surabaya sudah terhubung tanpa putus.

"Sebenarnya Waskita mau ambil proyek itu, tapi kan nggak bisa karena di PPJT tidak diatur. Apalagi investornya masih mau meneruskan pembangunan, jadi kalau mulai awal tahun depan, akhir 2017 Jakarta-Surabaya sudah terhubung tol," tutupnya.

Sebagai informasi, ruas Tol Pemalang-Batang dimiliki oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pemalang Batang Toll Road yang merupakan hasil patungan sejumlah investor yang terdiri dari ‎PT Sumber Mitra Jaya yang menguasai 45% saham, PT Langkah Hutama Perkasa juga dengan 45%, dan Countryside Investment Corporation 10%.

Sementara untuk, ruas Jalan Tol Batang-Semarang dimiliki oleh BUJT PT Marga Setia Puritama yang semula dimiliki oleh PT Intsia Persada Permai sebesar 40%, PT Banyuwen Permatasari 55%, dan PT Karya Terampil Mandiri 5%.

Pada 2008, PT Bakrie Toll Road mengambil alih 65% kepemilikan saham dari PT Marga Setiapuritama namun keluar dan melepas seluruh sahamnya pada 2011. Alasannya, tidak sepaham dengan pemegang saham lainnya. Akhirnya proyek jalan tol ini mangkrak hingga sekarang.

(rrd/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed