Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Agu 2015 17:23 WIB

Menteri Susi Ungkap Pemilik Kapal Pencuri Ikan Asal Thailand

Michael Agustinus - detikFinance
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mengumumkan, TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menangkap kapal MV Silver Sea-2 menggunakan kapal KRI Teuku Umar. Kapal berbendera Thailand tersebut diringkus di perairan sekitar Sabang, pada dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Susi membeberkan, Kapal Silver Sea-2 yang berukuran 2.285 Gross Ton (GT) dimiliki oleh Silver Sea Reefer, Co. Ltd. yang berpusat di Thailand.

"Pemiliknya adalah Silver Sea Reefer, Co. Ltd. Alamatnya di 814/240 Norasing 2 Road, Mahachai district, Amphone Muang, Samutsakorn province," papar Susi kepada wartawan, di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Di perairan Indonesia, kapal ini dioperasikan oleh PT Pacific Glory Lestari selaku agen (penyewa). Izin Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) untuk kapal ini sudah habis masa berlakunya sejak 25 Juni 2014. Susi menyebutkan, para pemegang saham PT Pacific Glory Lestari. "Antara lain Alfred Betaubun memegang 94 persen saham, Yulianty Novalina Leunupun 5 persen, dan Husen Laturua 1 persen," ucapnya.

Susi menambahkan, Silver Sea-2 terindikasi melakukan bongkar muat ikan ke kapal-kapal milik Pusaka Benjina Resources (Benjina). "Ada indikasi kapal ini melakukan transhipment dan memuat ikan-ikan tangkapan di Indonesia milik dengan kapal milik Benjina," Susi menuturkan.

Penangkapan Silver Sea-2 ini, sambungnya, memperkuat dugaan adanya hubungan antara Mabiru Industries yang berpusat di Ambon dengan kasus perbudakan di Benjina.

Pasalnya, PT Pacific Glory Lestari berafiliasi dengan Mabiru Industries. "Ini menguatkan dugaan kita ada kaitan antara Mabiru dan Benjina dari kepemilikan, kelihatannya masih terkait, masih dalam investigasi," katanya.

Kapal ini melakukan illegal transhipment di Laut Arafura dengan kapal milik Pusaka Benjina Resources, aktivitas ini terdeteksi pada 14 Juli 2015. Padahal, transhipment di tengah laut telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 57 Tahun 2014 karena sering tidak dilaporkan (unreported fishing).

Silver Sea-2 juga tak mempekerjakan anak buah kapal (ABK) lokal, semua ABK-nya adalah warga negara asing. Kemudian tidak mengaktifkan transmitter SPKP (Sistem Pemantauan Kapal Perikanan) Online pada 2013-2014. Selain itu juga melanggar ketentuan mengenai pengangkutan ikan dari pelabuhan pangkalan yang ditunjuk dalam SIKPI.

Tak lupa Susi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan TNI AL dalam membantu memberantas illegal fishing ini dengan gembira. "Kita dapat berita gembira, kita ucapkan terima kasih ke TNI AL. Besok Satgas IUU Fishing akan bergabung dengan TNI AL di Sabang," imbuh Susi.

"Kami berharap kapal MV Silver Sea-2 ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com