Jepang dan China 'Banting Harga' Proyek Kereta Cepat, Ini Tanggapan Jokowi

Moksa Hutasoit - detikFinance
Sabtu, 29 Agu 2015 18:05 WIB
Jakarta - Pihak China dan Jepang saling 'berebut' menjadi pemenang proyek kereta cepat High Speed Train (HST) Jakarta-Bandung, bahkan keduanya sampai 'banting harga'. Bagaimana respon dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

"Itu urusannya konsultan independen, tim penilai. Kalau sudah masuk ke saya baru," kata Jokowi ditemui, di Jalan Narada Raya, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, saat blusukkan ke beberapa perkampungan di Jakarta, Sabtu (29/8/2015).

Seperti diketahui, pihak Jepang memberikan proposal tambahan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proposal ini disampaikan utusan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beberapa waktu lalu.

Mendengar berita tersebut, pihak China seolah tak mau kalah. Akhirnya Negeri Tirai Bambu tersebut juga akan memberikan proposal tambahan ke pemerintah Indonesia.

Jokowi pun tak ambil pusing ketika kedua investor kereta cepat tersebut memberikan proposal baru di menit-menit terakhir batas pengajuan proposal.

"Saya nggak ngerti. Saya nggak tahu, aturan mainnya ada di konsultan independen dan tim penilai," ujarnya.

Ia menegaskan, sampai saat ini pemerintah belum memutuskan siapa yang akan dipilih menggarap proyek kereta cepat pertama Indonesia ini.

"Wong masuk ke saya belum, bagaimana saya komentarnya. Begitu masuk, akan kita putuskan detik itu juga," tutup Jokowi.

Seperti diketahui, China sedang bersaing dengan Jepang di proyek kereta cepat ini. China dalam proposalnya ke Pemerintah Indonesia, menawarkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 71 triliun tanpa dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bila terpilih, China berjanji memulai proyek pada akhir Agustus atau awal September 2015.

Sementara, Japan lebih dulu telah melakukan studi kereta cepat di Indonesia, melalui Japan International Consultant for Transportation telah membuat studi jalur kereta cepat atau kereta shinkansen di Jawa Barat dengan 3 rute alternatif.

Terdapat 3 rute yang jadi alternatif dalam studi tersebut yaitu Jakarta-Bandung-Cirebon, Jakarta-Cirebon (Coastal Line/Pinggir Pantai) dan Jakarta-Gedebage (Bandung).

Jalur Jakarta-Cirebon via Bandung terbagi menjadi dua, yaitu yang berakhir di Gedebage dan lanjut sampai Cirebon.

(rrd/dna)