Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 31 Agu 2015 06:34 WIB

Negeri Samba Sedang Resesi

Wahyu Daniel - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Brasil sedang mengalami krisis, mata uangnya jatuh dalam, pengangguran melonjak, dan pasar sahamnya turun 20%.

Ekonomi negeri samba ini minus 1,9% di kuartal II-2015 dibandingkan kuartal I-2015. Penurunan ekonomi terjadi berturut-turut selama dua kuartal.

"Semua sektor ekonomi menurun," kata Ekonom dari Capital Economics, Neil Shearing, dilansir dari CNN, Senin (31/8/2015).

Bila dibandingkan dengan kuartal II-2014 lalu, ekonomi Brasil minus 2,6%. Apa yang menyebabkan Brasil jatuh ke jurang resesi? Berikut alasannya:

  • Ekspor Brasil ke China dalam 10 tahun terakhir naik tinggi. Sekarang dengan perlambatan ekonomi China, ekspor Brasil menurun.
  • BUMN minyak Brasil, yaitu Petrobras, tengah mengalami skandal korupsi besar, yang disebut berkaitan dengan partai politik dari Presiden Dilma Rousseff. Skandal pencucian uang terjadi di sektor minyak, bisnis, dan politik.
  • Harga dari komoditas yang dihasilkan Brasil, seperti minyak, gula, kopi, dan logam harganya sedang turun. Komoditas merupakan salah satu mesin perekonomian Brasil
Resesi ini terjadi di tengah protes besar warga Brasil, yang meminta agar Rousseff diturunkan, karena skandal korupsi. Meski korupsi bukan hal baru di Brasil, namun skandal korupsi Pterobras berskala besar. Petinggi di BUMN ini mengatakan, kasus suap di perusahaan tersebut mencapai US$ 2 miliar.

Pada Juli lalu, skandal korupsi meluas. Polisi Brasil menangkap sejumlah pejabat dari BUMN listrik negara tersebut, yaitu Electrobras, karena berkaitan dengan pencucian uang di Petrobras.

Semakin dalam penyelidikan, makin banyak temuan keterlibatan pejabat negara dalam kasus korupsi tersebut.

Kasus korupsi yang meluas ini menurunkan kepercayaan para pelaku usaha di Brasil.

Investasi turun hampir 12% di kuartal II-2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun ini, nilai mata uang real Brasil, turun 25% terhadap dolar AS. Impor di negara ini juga turun 12% sepanjang kuartal II-2015 dibandingkan dengan kuartal II-2014.

Penurunan nilai mata uang ini, membuat perusahaan di Brasil yang memiliki utang dalam bentuk dolar AS, semakin berat untuk membayar.

Dalam jangka panjang, turunnya nilai mata uang ini, ujar Shearing, bisa membuat barang ekspor Brasil menjadi murah sehingga berdaya saing. Namun harus ada solusi jangka pendek terlebih dahulu.

Banyak ahli ekonomi mengatakan, resesi di Brasil akan terjadi paling tidak hingga akhir tahun ini.

(dnl/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed