Follow detikFinance
Jumat, 11 Sep 2015 11:30 WIB

Mulai Dipugar, Stasiun Kereta di Jalur Rel 'Mati' Kini Kinclong

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengaktifkan jalur rel kereta Kalisat-Panarukan di Jawa Timur (Jatim) sepanjang 69,5 Km. Jalur tersebut sudah ada sejak tahun 1897 dibangun oleh perusahaan kereta api negara milik Belanda Staatsspoorwegen. Jalur ini menjadi urat nadi ekonomi di Jawa Timur.

Jalur Kalisat-Panarukan setidaknya melewati 4 stasiun yaitu Kalisat di Kabupaten Jember, Stasiun Bondowoso di Kabupaten Bondowoso, Stasiun Situbondo dan Stasiun Panarukan di Kabupaten Situbondo. Untuk mendukung pengaktifan rel mati tersebut, salah satu upaya yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah dengan merevitalisasi stasiun. Salah satu stasiun yang sudah dipercantik adalah Stasiun Bondowoso.

"Sudah dipugar dan stasiunnya sudah bagus," ungkap Manajer Program Non Building Unit Heritage, Conservation & Architecture PT KAI Wawan Hermawan kepada detikFinance, Kamis (11/9/2015).




Stasiun Bondowoso sudah mulai direnovasi sejak awal 2014. Penyelesaian renovasi gedung bergaya Indische Empire Style itu selesai pada akhir tahun 2014. Saat ini fungsi stasiun hanya sebatas sebagai museum.

"Fungsi saat ini belum sebagai stasiun baru dijadikan museum perkeretaapian khususnya sejarah gerbong maut. Bila rel itu (Kalisat-Panarukan) dihidupkan kembali, maka stasiun ini siap dikembalikan fungsinya menjadi stasiun kereta api kembali," tuturnya.





Setelah Stasiun Bondowoso, PT KAI juga memiliki rencana untuk merenovasi seluruh stasiun yang dilewati jalur Kalisat-Panarukan. Wawan menilai rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali rel yang sudah tidak terpakai sejak 2004 itu tepat. Pasalnya jalur ini dianggap strategis dan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalan raya.

"Jalur ini bagus dari segi ekonomi, Stasiun Panarukan ke pantai itu hanya 200 meter jadi tepat untuk menghidupkan perekonomian dari daerah pesisir pantai dan pengiriman barang. Pas untuk dihidupkan kembali," tukasnya.




(hen/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed