Follow detikFinance
Senin 12 Oct 2015, 15:23 WIB

Kena Gusur Proyek Terowongan Sodetan Ciliwung, Warga Pindah ke Rusun

Dana Aditiasari - detikFinance
Kena Gusur Proyek Terowongan Sodetan Ciliwung, Warga Pindah ke Rusun
Jakarta - Kementerian PU dan Perumahan Rakyat bersama Pemerintah Daerah DKI Jakarta sedang mempercepat proses pembebasan lahan negara yang menjadi titik masuknya air alias inlet proyek anti banjir sodetan Sungai Ciliwung, terowongan bawah tanah sepanjang 1,2 Km.

Meski di bawah tanah, proyek ini perlu menggunakan lahan di atas puluhan rumah warga sekitar kawasan Bidara Cina Jakarta Timur. Warga yang sudah bersedia dibebaskan lahannya dipindahka‎n ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan Cipinang Selatan.‎

"Sudah 74 Kepala Keluarga (KK) yang mengambil kunci di Rusunawa Cipinang Selatan. Sisanya sedang kita sosialisasikan agar mau dipindahkan juga," ujar ‎‎Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, T Iskandar‎ di lokasi proyek Jalan Otista III, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Warga yang dimaksud adalah warga yang saat ini bermukim di kawasan Bidara Cina yang sedianya menjadi titik tempat masuknya air alias inlet Sodetan Sungai Ciliwung.

Lahan di titik ini dibutuhkan untuk memasukkan kepala bor yang akan melubangi perut bumi di lokasi tersebut menuju arriving shaft atau titik tengah jalur terowongan di Jalan Otista III, Jakarta timur. Selain itu, di lokasi ini juga akan dibangun pintu inlet atau pintu masuk air dari Sungai Ciliwung ke terowongan anti banjir tersebut menuju Kanal Banjir Timur (KBT).

Total lahan yang diperlukan di titik ini adalah seluas 1,1 hektare (Ha). Sementara 74 KK yang sudah mengambil kunci tersebut adalah warga yang menduduki sekitar 4.800 meter persegi lahan dari total 1,1 Ha yang dibutuhkan.

"Jadi hampir separuhnya yang sudah mau pindah. Mudah-mudahan akhir tahun pembebasan lahannya bisa selesai. Minggu ini kita mulai sosialisasinya," paparnya.

Proyek sodetan ciliwung ini merupakan proyek pembuatan terowongan bawah tanah berdiameter 3,5 meter dan memiliki panjang 1,2 km menghubungkan Sungai Ciliwung dengan KBT.

Terowongan anti banjir ini akan mengalirkan air dari sisi Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang lalu masuk ke Kanal Banjir Timur (KBT). Dengan demikian luapan air yang sebelumnya sering terjadi di sepanjang aliran Sungai Ciliwung bisa dihindari lantaran tingginya debit air, bisa dialihkan melalui terowongan ini.

"Tadinya itu ada back water (pembalikan arus air) karena aliran air sangat tinggi. Kalau sekarang ada pengalihnya," tutur Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

(dna/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed