Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Feb 2016 14:30 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 2015 Terkoreksi 0,5% Karena Kebakaran Hutan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Foto: Dok. Kodam XVI/Pattimura Foto: Dok. Kodam XVI/Pattimura
Jakarta - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, melantik 5 pejabat untuk membantunya menjalankan tugas. Di sela prosesi itu, Nazir mengungkapkan, adanya pengaruh kebakaran hutan dan lahan gambut dengan pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi terkoreksi 0,5 persen. Jadi kalau tahun lalu 4,7 persen, seharusnya 5,2 persen. Oleh karena itu Presiden RI memandang perlu langkah yang cepat untuk menormalisasi lahan gambut," ungkap Nazir, di Gedung III Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).

Nazir menyebut, selama ini pengelolaan lahan gambut selama ini carut marut. Tetapi memang, perlu diakui, pemadaman kebakaran sudah berhasil dilakukan.

"BRG diharap menjadi efektif efisien ramping dan fleksibel. Tiap unsur harus melakukan prinsip koordinasi dan berintegrasi penuh," imbuh Nazir.

BRG diberi mandat untuk bisa menormalisasi 2 juta hektar lahan gambut dalam waktu 5 tahun. Nazir yang pernah aktif di WWF ini menyebutkan, menormalisasi lahan gambut perlu sinergi dengan sektor lain.

"Seperti yang kita ketahui bersama, gambut memang mudah terbakar. Kita harus memanfaatkan musim hujan ini," ujar dia. (bpn/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com