Follow detikFinance
Selasa, 23 Feb 2016 19:03 WIB

'Presiden Sangat Keras Memaksa Kementerian dan BUMN Beli Produk Dalam Negeri'

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Maikel Jefriando Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mau lagi berkompromi soal penggunaan barang impor, dalam pemenuhan kebutuhan barang dan jasa untuk Kementerian/Lembaga (K/L) dan BUMN.

Jokowi memaksa agar penggunaan barang dalam negeri dimaksimalkan.

Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

"Tadi Presiden sangat keras, akan memaksa kepada Kementerian/Lembaga dan BUMN yang belanja modal besar itu betul-betul diperiksa untuk menggunakan produk dalam negeri," tegas Saleh.

Bagaimana tidak, rapat terkait optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sudah berulang kali dilakukan. Penekanan selalu dilakukan akan tetapi masih ada beberapa institusi yang kedapatan melanggarnya.

"Kami mengetahui dari Kementerian/Lembaga dan juga beberapa hal yang berkaitan dengan BUMN, penggunaan luar negerinya masih dominan," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, menambahkan pada kesempatan yang sama.

Tujuan penggunaan barang dalam negeri, agar industri lokal ikut tumbuh berkembang seiring dengan pergerakan ekonomi nasional. Secara jangka panjang tentunya diharapkan mampu bersaing kepada tataran global.

"Maka tadi dalam rapat, secara garis besar kita tidak ingin semangat untuk bersaing secara global itu kita kurangi. Tapi bagaimana pun kita akan mendorong untuk produk dalam negeri ini juga bisa digunakan atau menjadi tuan rumah bagi pembangunan yang sekarang ini digalakkan pemerintah," papar Pramono. (mkl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed