Mulai Panen Raya, Harga Beras di Cipinang Turun Jadi Rp 7.500/Kg

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 26 Feb 2016 10:57 WIB
Foto: Alfathir Yulianda
Jakarta - Panen gabah yang sudah mulai terjadi di bulan Februari membuat pasokan beras melimpah di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Hal ini membuat harga beras di PIBC berangsur turun seiring kedatangan beras dari sentra-sentra padi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ketua Persatuan Pedagang Beras dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soekidi mengungkapkan, harga beras medium saat ini dijual di kisaran harga Rp 7.500-8.800/kg sesuai kualitasnya.

"Sekarang harganya stabil sekali karena pasokannya banyak. Di banyak tempat kayak Madiun, Karawang, Pati dan daerah lain sudah panen. Kalau beras medium kita sebutnya biasanya jenis IR 64," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (26/2/2016).

Nelly merinci, harga beras IR 64 dengan kualitas III dibanderol dengan harga Rp 7.500-7.600/kg, kemudian IR 64 kualitas II seharga Rp 8.000-8.100/kg, dan harga IR 64 kualitas I dipatok seharga Rp 8.700-8.800/kg. Sementara untuk beras kualitas premium dijual di kisaran harga Rp 9.300/kg.

"Saat masih paceklik harganya yang medium sampai Rp 9.000/kg. Saya nggak hapal satu-satu, tapi kalau rata-rata selisih harganya di banding pas lagi mahal di awal tahun antara Rp 700-1.000/kg. Kualitas IR 64 memang kadar air banyak, kemudian warnanya nggak terang," jelasnya.

Dari sisi beras yang masuk dalam sehari, menurut Nelly, juga mengalami lonjakan. Saat ini, dalam sehari PIBC menerima 3.000 ton beras, sementara sebelum mulai panen raya hanya masuk di kisaran 2.500 ton.

"Akhir tahun sampai Januari beras yang masuk sebenarnya hanya 2.500 ton, tapi karena ada tambahan dari operasi pasar Bulog sebanyak 1.000 ton, bulan-bulan lalu rata-rata masuk harian 3.500-4.000 ton. Sekarang tanpa operasi pasar sudah 3.000-3.500 ton," tutupnya. (drk/drk)