Follow detikFinance
Rabu, 18 Mei 2016 07:55 WIB

Banyak Orang Tutup Kartu Kredit Karena Diintip Pajak, Menkeu: Itu Sementara

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketakutan masyarakat atas kewenangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, yang mampu mengakses data nasabah pengguna kartu kredit akhirnya terbukti. Banyak nasabah yang menutup kartu kreditnya.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, menilai hal tersebut hanya bersifat sementara. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

"Kalau ada pengurangan, ini sifatnya temporer. Saya yakin nanti akan kembali. Toh jauh lebih mudah berbelanja dengan kartu kredit dibandingkan dengan cash," kata Bambang, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa malam (17/5/2016).

Bambang menilai ketakutan tersebut bisa saja muncul, karena ternyata selama ini nasabah tersebut tidak memenuhi kewajiban pajak dengan benar. Maka dari itu, pilihannya adalah dengan menutup kartu kredit.

"Kan berarti kalau selama ini mereka melakukan transaksi dengan kartu kredit tidak benar misalkan, hal-hal yang mereka takut declare yang sebenarnya itu di atas income yang dilaporkan ke Ditjen Pajak," paparnya.

Menurut Bambang, kebijakan tersebut diberlakukan lantaran selama ini Ditjen Pajak kesulitan untuk mendapatkan akses data nasabah oleh perbankan. Seiring dengan pemberlakuan kerahasiaan data simpanan nasabah.

"Jadi satu-satunya cara untuk kita mengetahui aset seseorang untuk membayar pajak adalah dari bank, Karena kita nggak dapat itunya, ya kita hanya melihat dari sisi belanjanya mereka. Jadi ini merupakan suatu yang wajar," paparnya. (mkl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed