Follow detikFinance
Rabu 18 May 2016, 17:45 WIB

Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Ganti Penyaluran Subsidi Pupuk Lewat Kartu Tani

Maikel Jefriando - detikFinance
Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Ganti Penyaluran Subsidi Pupuk Lewat Kartu Tani Foto: Yakub Mulyono
Jakarta - Pemerintah segera mengubah pola penyaluran subsidi pupuk, karena dinilai selama ini tidak tepat sasaran. Penyaluran tersebut nantinya akan menggunakan kartu sakti atau disebut dengan kartu tani.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam seminar bertajuk inovasi pada rangkaian kegiatan Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (18/5/2016).

"Smartcard ini ke depan akan didorong ke petani. Lewat kartu ini petani bisa mendapatkan pupuk," jelasnya.

Mekanismenya adalah para petani yang sudah terdata akan diberikan kartu khusus. Sehingga hanya orang yang memiliki kartu yang bisa mendapatkan pupuk subsidi. Pemerintah melibatkan perbankan dan asosiasi untuk pelaksanaan.

Pupuk menjadi satu komoditas yang perlu disubsidi, agar harga menjadi lebih murah dan terjangkau. Akan tetapi, karena pengawasan yang lemah, pupuk subsidi justru banyak dinikmati perusahaan besar.

"Jadi yang membeli pupuk subsidi itu bukan petani, tetapi perusahaan besar. Perusahaan sawit, coklat dan lainnya itu malah beli pupuk yang harusnya untuk petani," tegas Bambang.

Dana subsidi pupuk setiap tahunnya sekitar Rp 20 triliun. Menurut Bambang, sangat disayangkan dana besar tersebut justru tidak tepat sasaran.

"Dengan penggunaan kartu maka subsidi akan menjadi tepat sasaran," imbuhnya. (mkl/drk)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed