Follow detikFinance
Selasa, 24 Mei 2016 16:26 WIB

Kalimantan Hingga Maluku Terkoneksi Jaringan Fiber Optic di 2018

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: dok. Kominfo Foto: dok. Kominfo
Jakarta - Sistem komunikasi di era digital saat ini menuntut adanya efisiensi dalam pengiriman informasi dari narasumber kepada penerima, seperti kecepatan waktu dalam pengiriman pesan.

Perkembangan komunikasi yang menuntut adanya efisiensi waktu ini, kemudian mendorong para ahli untuk menemukan teknologi-teknologi perantara baru yang dapat memfasilitasi keinginan-keinginan tersebut.

Palapa Ring menjadi salah satu teknologi perantara baru yang akan membangun jaringan telekomunikasi dan menghubungkan seluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat memperkecil jarak dan mempersingkat waktu berkomunikasi ke dan antar wiIayah di seluruh Indonesia.

Sebanyak 17 kota/kabupaten di wilayah tengah Indonesia, dari Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara yang tergabung dalam wilayah tengah Indonesia akan segera dihubungkan oleh jaringan telekomunikasi ini di 2018 nanti.

Khusus untuk Proyek Palapa Ring Paket Tengah, PT LEN TeIekomunikasi Indonesia ditunjuk pemerintah untuk menjadi pelaksana pembangunan proyek ini. Untuk penanganan pembiayaan Proyek ini sendiri, PT LEN Telekomunikasi Indonesia telah menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai Mandated Lead Arranger untuk menangani pembiayaan proyek ini.

"Kami yakin dapat membantu LEN mendapatkan sumber-sumber pendanaan dengan rate terbaik," ujar Presiden Direktur IIF, Arisudono Soerono di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (24/05/16)

Proyek Palapa Ring sendiri ditargetkan rampung pada triwulan II-2018, sehingga keberadaan jaringan broadband sudah bisa dinikmati masyarakat pada triwulan ke II tahun 2018 nanti.

"Kalau hitungan secara target kan april kalau semuanya lancar. Maksimal April/Mei/Juni 2018 lah," kata Presiden Direktur dari Len Telekomunikasi Indonesia, R.W. Pantja Gelora

Untuk tahap pengerjaan proyek sendiri, hingga saat ini sifatnya masih dalam persiapan, seperti survei dan perizinan.

"Termasuk tim saya nih sedang ke Kalimantan. Ini sebenarnya backbone, kayak jalan tol berupa kabel, dikoneksikan ke yang existing. Existing yang sudah bangun itu Telkom. Jadi kami koordinasi dengan Telkom, nanti backbone yang kami bangun itu connect di titik mana. Penentuan jalur juga, makanya izin-izin ke pemerintah daerah juga," tambahnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed