Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 21 Agu 2016 15:30 WIB

Pedagang Oleh-oleh Haji di Tanah Abang Kantongi Omzet Rp 10 Juta/Hari

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Datangnya musim haji menjadi berkah tersendiri bagi penjual oleh-oleh khas tanah suci di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setiap harinya jejeran toko oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang selalu ramai diserbu pembeli.

Begitu juga yang dirasakan oleh Ibnu, pemilik toko Al Hidayah yang merasakan berkah musim haji. Setiap harinya, Ibnu mampu mengantongi Rp 10 juta dari penjualan oleh-oleh khas tanah suci.

"Omset per hari pas ramai bisa sampai di atas Rp 10 juta," jelas Ibnu kepada detikFinance di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Dirinya menambahkan bahwa kenaikan omzet penjualan selalu terjadi saat kepulangan jemaah haji ke tanah air. Puncak pembelian oleh-oleh haji diperkirakan terjadi pada bulan Oktober.

"Tiap tahun memang kayak gitu. Tren kenaikan saat pemulangan jemaah mungkin sampai Oktober nanti," kata Ibnu.

Dirinya juga menambahkan bahwa kenaikan omzet ini terjadi karena rata-rata pembeli membeli dalam jumlah banyak dibandingkan bulan puasa.



"Kalau haji banyak nggak kayak puasa. Minimal 10 kilogram kurma, kismis beli 5 kilogram, kalau air zam-zam antara 10 galon," ujar Ibnu.

Sulit Dapat Pasokan, Harga Oleh-oleh Haji di Tanah Abang Mulai Naik

Para pedagang oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang sudah mulai kebanjiran pembeli sejak beberapa minggu lalu. Berbeda dari tahun sebelumnya, para penjual oleh-oleh mengalami kendala di tahun ini lantaran makanan khas tanah suci sulit dicari di tingkat agen.

Akibatnya penjual terpaksa menaikkan harga kurma dan air zam-zam sedikit lebih tinggi.



"Karena sekarang juga barang susah nggak kayak tahun kemarin.Semua kurma susah, makanan yang lain juga nggak ada di agen. Sampai sekarang barang masih kosong jadi harga agak naik," jelas Ibnu.

Dirinya menambahkan harga oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang mengalami peningkatan dari 50% sampai 100%. Untuk harga kurma Madinah yang biasanya dijual Rp 300.000 per kardus dengan ukuran 10 kilogram (kg), saat ini dijual Rp 500.000 per kardus. Kemudian harga kurma Mesir juga mengalami kenaikan dari Rp 275.000 per kardus menjadi Rp 400.000 per kardus dan harga kurma Emirat dari Rp 250.000 per kardus menjadi Rp 350.000 per kardus.

"Ada yang sampai 100% ada yang sampai 50%. Dari Rp 300.000 per kardus ke Rp 500.000 itu kurma Madinah nomor satu buat dibagi-bagi. Kurma Mesir lagi agak susah, dari harga Rp 275.000 ke Rp 400.000. Itu juga barangnya nggak ada, datang sedikit abis langsung. Kurma Emirat biasa kita jual Rp 250.000 sekarang Rp 350.000," terang Ibnu.

"Kurma Madinah sama Mesir susah, kita larikan ke Emirat," tambahnya.



Tidak hanya kurma, kenaikan oleh-oleh haji juga terjadi pada kismis dan air zam-zam. Harga kismis rata-rata naik Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per kilogram (kg). Sedangkan harga air zam-zam naik ke Rp 450.000 per 5 liter dan diperkirakan akan melonjak mencapai Rp 600.000 di masa pemulangan jemaah haji.

"Kismis ada yang kecil, sedang, dan besar. Kecil dari Rp 60.000/kg ke Rp 70.000/kg, sedang atau semi jumbo dari Rp 70.000/kg ke Rp 80.000/kg, yang gede Rp 90.000/kg ke Rp 120.000/kg. Air zam-zam masih lumayan pasokannya tapi mulai naik harga. Puasa kemarin Rp 350.000 5 liter sekarang Rp 450.000 sampai Rp 500.000. Biasanya kalau pemulangan sampai Rp 600.000," kata Ibnu. (feb/feb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com