4 Tahun Dapat Disclaimer BPK, TVRI Berpotensi Rugikan Negara Rp 400 M

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 13:42 WIB
Foto: BPK lapor ke Jokowi/ Bagus detikcom
Jakarta - TVRI mendapatkan disclaimer atas Laporan Keuangan pada periode 2015 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini sudah keempat kalinya TVRI mendapatkan opini tersebut dan berpotensi merugikan negara Rp 400 miliar.

"Presiden menanggapi secara khusus TVRI, karena TVRI ini sudah 4 tahun disclaimer. Ada sekitar hampir Rp 400 miliar potensi kerugian negara di sana," ujar Kepala BPK Harry Azhar Aziz dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Presiden Jokowi, kata Harry, sudah menugaskan para menteri agar menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga ke depan ada peningkatan laporan keuangan dari TVRI.

"Presiden menugaskan kementerian terkait," ungkapnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Surat resmi akan segera dilayangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg).

"Presiden telah menginstruksikan kepada mensesneg untuk segera membuat surat secara resmi, pada TVRI. Dan kemudian juga kepada pimpinan DPR karena proses direksi TVRI ini kan melalui dewan pengawas, dewan pengawas melalui DPR," terang Pramono pada kesempatan yang sama.

Pramono mencurigai bahwa jajaran Direksi dari TVRI tidak memperhatikan laporan dari BPK dalam empat tahun terakhir. Sehingga ini terus saja kembali terulang.

"Kalau hal ini terus-menerus sampai disclaimer 4 kali dan memang tidak diindahkan oleh direksi yang ada, tadi BPK menyampaikan, ini bisa membahayakan. Karena ada kemungkinan bukan hanya temuan dari proses manajerial tetapi jangan sampai kemudian asetnya juga dijual," pungkasnya. (mkl/hns)