Pangkas Dwell Time, Luhut Ingin Ada Dry Port di Tangerang

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2016 14:07 WIB
Ilustrasi (Foto: Agus Setyadi)
Jakarta - Pemerintah terus berupaya memangkas waktu bongkar muat alias dwell time di pelabuhan. Salah satunya di Pelabuhan Tanjung Priok, pengelolaan peti kemas akan disinergikan dengan pelabuhan darat milik swasta.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan salah satu caranya dengan memaksimalkan pelabuhan darat (dry port) di Cikarang yang dikelola PT Jababeka Tbk.

"Tadi malam, (manajemen) Jababeka ke saya. Dry port mereka di Cikarang bisa mengakomodasi 2 juta sampai 10 juta TEUs," kata Luhut, usai rapat di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Sinergi ini dimungkinkan lantaran antara Pelabuhan Tanjung Priok dan Dry Port Cikarang saat ini telah terkoneksi dengan kereta.

"Jalan (lintasan) kereta api sekarang sudah nyambung. jadi mestinya 2 juta TEUs itu bisa. nanti mau kita kembangkan sampai 10 juta TEUs. Karena dia (PT Jababeka) punya tanah sampai 200 hektar (ha) lebih," jelas Luhut.

Selain dengan Jababeka, pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok juga akan disinergikan dengan pihak lain di Tangerang dengan membuka fasilitas dry port serupa.

"Kita mau bikin 1 dry port lagi di sebelah barat, di Tangerang. Kalau masing-masing bisa 10 juta TEUs, sekarang Priok itu 5 juta TEUs, tentu kita bisa mencapai 30 juta Teus dalam 5-6 tahun ke depan," tandasnya.

Dengan demikian, diharapkan daya tampung peti kemas yang masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok bisa lebih besar lagi. Hal ini akan membantu percepatan proses bongkar muat.

Bila hanya mengandalkan Dray Port Tanjung Priok yang hanya berkapasitas 5 juta TEUs, maka saat kapasitas penuh, petikemas yang baru datang tidak bisa diproses perizinannya lantaran harus menunggu proses bongkar muat peti kemas yang lebih dahulu datang.

Dengan sinergi ini, bila Dry Port Tanjung Priok penuh, peti kemas yang baru masuk bisa dialihkan ke dry port di Cikarang dan Tangerang. Sehingga proses perizinan bisa tetap dilakukan dan membuat proses bongkar muat lebih cepat. (dna/wdl)