Follow detikFinance
Senin, 10 Okt 2016 15:44 WIB

Lahan di Pelabuhan Muara Baru Disewakan ke Pihak Ketiga Rp 526.000/Meter Persegi

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Terhitung sejak September 2016 Perum Perikanan Indonesia (Perindo) menaikkan harga sewa lahan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara. Harga sewa lahan di lokasi tersebut naik menjadi Rp 61.500 per meter persegi per tahun dari sebelumnya Rp 41.000 per meter persegi per tahun.

Menurut Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PRL-KKP), Brahmantya Satyamurti Poerwadi kenaikan tarif sewa lahan tersebut masih dalam hitungan wajar. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menemukan adanya lahan yang disewakan lagi kepada pihak ketiga hingga Rp 526.000 per meter per tahun.

"Jadi per September naik Rp 61.500 dari sebelumnya Rp 41.000. Dari itu menurut informasinya ada lahan yang disewa pengusaha untuk disewakan lagi ke pengusaha lain dengan sewa Rp 526.000 per meter per tahun," jelas Brahmantya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dari 268.000 meter persegi lahan yang disewakan Perindo, sepertiga di antaranya disewakan lagi ke pihak ketiga oleh pengusaha setempat. Banyak pengusaha yan menyewa lahan yang luas untuk disewakan ke pihak ketiga dengan harga yang jauh lebih tinggi.

"Ke pihak ketiga dari total itu ada lahan Perindo 268.000 meter persegi. Beberapa pihak yang disewakan lagi memiliki luasan lebih dari satu kavling itu sepertiganya," kata Brahmantya.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta pengusaha perikanan di Muara Baru dan Perindo duduk bersama mencari jalan keluar. Sehingga permasalahan terkait kenaikan harga sewa lahan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara bisa segera menemui jalan keluar.

"Harusnya sih mereka (pengusaha di Muara Baru) mau duduk bersama. Menurut hitungan detailnya mereka masih punya keuntungan masih lebih besar dari dua kali lipat," tutup Brahmantya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed