Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 05 Nov 2016 17:25 WIB

Demo 4 November Ricuh, Pedagang Pasar Senen: Semoga Nggak Terjadi Lagi

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Demontrasi besar-besaran di Jakarta sudah berakhir, peristiwa tersebut ditutup dengan tindakan kerusuhan di beberapa lokasi pada malam hari. Kini aktivitas sudah mulai kembali normal, termasuk perdagangan di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Setelah sebelumnya banyak yang tutup, kini pertokoan di Pasar Senen sudah mulai aktif seperti biasa. Menurut pengakuan sejumlah pedagang di Pasar Senen, kejadian hari Jumat (4/11/2016) kemarin meninggalkan efek negatif.

"Itu (demo) aneh ya, siangnya damai, tapi pas malam hari langsung rusuh seperti itu," ungkap salah seorang pedagang Pasar Senen, Amran di tokonya, Sabtu (5/11/2016).

Menurutnya, demo tersebut sangat berpengaruh terhadap para pedagang di kawasan Pasar Senen. Karena demo itu, pengunjungan dipastikan juga bakal sepi.

"Iya lah (rugi), kalau demonya seperti itu pengunjung juga pasti malas. Orang enggak ada demo saja sudah sepi, apalagi ada demo. Semua kan takut kalau sampai kerusuhan. Dan bener saja, malam harinya rusuh. Untung kemarin toko saya tutup. Semoga aja udah enggak terjadi lagi," ungkap Amran.

Salah seorang pedagang Pasar Senen lainnya, Rohadi mengatakan, peristiwa tersebut menyebabkan pemasukannya menjadi berkurang. Itu lantaran, jumlah pengunjung berkurang dari hari-hari biasa.

"Kemarin (toko) saya enggak tutup. Karena memang saya kan butuh uang. Jadi toko saya buka saja walaupun ada demo. Tapi kemarin pengunjung sepi juga di sini, mungkin gara-gara takut rusuh. Jadi rugi juga saya," katanya.

"Kemarin sempat takut juga kalau demonya bakal rusuh sampai masuk ke sini. Tapi untung enggak sampai seperti itu. Rusuhnya malam hari, jadi saya sudah pulang," sambung Rohadi.

Salah seorang pedagang pakaian Pasar Senen lainnya, Nyimas, juga mengaku kalau hari Jumat kemarin toko pakaian miliknya sengaja ditutup. Dirinya takut jika bakal terjadi kerusuhan.

"Iya kemarin emang tutup. Takut saya ke luar rumah. Itu kalau begitu terus kita para pedagang juga nanti bagaimana nasibnya. Soalnya saya dengar kemarin pengunjung sepi sekali," ungkap Nyimas.

Nyimas berharap, agar kejadian tersebut tidak akan terulang lagi. Karena dirinya takut kalau-kalau tempatnya berjualan juga menjadi lokasi kerusuhan.

"Itu udah deh, semoga enggak ada (demo rusuh) kaya begitu lagi. Udah bikin rugi, takut juga kalau nanti toko saya kena (rusuh), kaya mimarket yang semalam. Itu seram sekali," tutur Nyimas. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com