Follow detikFinance
Selasa 22 Nov 2016, 20:20 WIB

Apakah Pelaku Suap Pejabat Ditjen Pajak Ikut Tax Amnesty?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Apakah Pelaku Suap Pejabat Ditjen Pajak Ikut Tax Amnesty? Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno, dan Direktur PT E.K. Prima Ekspor Indonesia bernama R Rajamohanan Nair ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Senin malam usai melakukan transaksi.

Uang sebesar US$ 148.500 atau sekitar Rp 1,9 miliar pun berhasil disita KPK dari tangan Handang. Uang itu diberikan agar Handang memuluskan permasalahan pajak yang dihadapi PT EKP.

Saat ditanya apakah wajib pajak R Rajamohanan Nair ikut tax amnesty atau tidak, Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan memberikan jawaban. Menurutnya, ikut atau tidaknya wajib pajak tersebut dalam program pengampunan pajak merupakan rahasia negara sesuai undang-undang pengampunan pajak.

"Kami merahasiakan ikut tax amnesty atau tidak. Mengenai aspek ikut tax amnesty atau tidak, tidak bisa saya sampaikan," jelas Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).

Sri Mulyani memilih menyerahkan kasus suap pajak ini kepada KPK dan pihak kepolisian. Sehingga kasus suap terkait pajak ini bisa segera selesai.

"Kami persilakan KPK untuk melakukan penyelidikan dan proses hukumnya," tutur Sri Mulyani.

Dirinya enggan menjelaskan apakah wajib pajak bernama R Rajamohanan Nair pemilik PT EKP sudah mengikuti tax amnesty atau belum. Karena berdasarkan Undang-undang Pengampunan Pajak, wajib pajak yang ikut tax amnesty harus dirahasiakan identitasnya.

"Saya akan melanggar pasal kerahasiaan dari wajib pajak dan saya yang nanti kena penjara duluan bukan dianya," tutup Sri Mulyani. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed