Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 27 Nov 2016 15:55 WIB

Booming e-Commerce, Bisnis Pengiriman JNE Tumbuh di Atas 30% Setahun

Muhammad Idris - detikFinance
Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Mohammad Feriadi (Foto: Muhammad Idris) Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Mohammad Feriadi (Foto: Muhammad Idris)
Jakarta - Bagaikan jamur di musim hujan, pertumbuhan e-commerce di Indonesia sangatlah cepat. Kondisi ini tak lain ditopang oleh melonjaknya pengguna internet dan telepon pintar di Indonesia yang sangat masif.

Situasi ini jadi keuntungan untuk perusahaan jasa pengiriman seperti PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau yang lebih dikenal dengan JNE.

Vice President Marketing JNE, Eri Palgunadi, menyebut jasa pengiriman barang tumbuh lebih dari 30% setiap tahun sejak 2008, atau ketika penetrasi internet yang mulai marak diikuti dengan melambungnya penjualan secara online.

"Yang jelas terasa sekali mulai tahun 2008 sejak booming internet. Kalau di JNE sendiri pendapatan dan pengiriman pertumbuhannya 30-40% setiap tahun. Akan terus naik sampai ke depannya," ujar Eri kepada detikFinance ditemui di acara 26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri, Jakarta, Minggu (27/11/2016).

"Jelas paling besar ditopang e-commerce, bisa dilihat dari pengiriman yang berasal dari sektor ritel yang porsinya 70% dari yang kita punya. Tahun 2016 ini malah optimis bisa (tumbuh) di atas 40%," katanya lagi.

Strategi bisnis menangkap peluang pertumbuhan e-commerce yang semakin besar, lanjutnya, diantisipasi JNE dengan meningkatkan kapasitas gudang dari yang ada saat ini. Saat ini saja, rata-rata per bulan, JNE menerima pengiriman barang atau pun dokumen sebesar 16 juta paket.

"Konkretnya pertama kapasitas. Di Medan, Batam, Bandung kita perluas atau bangun gudang baru. Dengan model yang lebih modern sehingga proses sortir bisa lebih cepat. Di Bandara di Surabaya dan di Soetta kita tambah kapasitasnya," jelas Eri.

Dia mengungkapkan, JNE yang dulunya perusahaan jasa importir ini juga meningkatkan layanan tekhnologi berbasis aplikasi. Serta peningkatan kualitas maupun jumlah karyawannya.

"Tahun ini kita luncurkan aplikasi My JNE yang berbasis Android, bisa untuk melakukan pengiriman dan melacak barang yang dikirim. Tentunya juga dengan peningkatan kualitas pegawai kita. Secanggih apa pun teknologi, kalau pegawainya tidak ramah, bagaimana dong?" tutur Eri.

Sementara itu Direktur Utama JNE, Muhamad Feriadi menjelaskan, pihaknya menyiapkan jaringan antar outlet yang lebih terkoneksi agar layanan pengiriman barang semakin cepat dan efisien.

"Karena pembeli e-commerce itu kan dimana-mana, tahun 2017 kita siapkan model empowering (penguatan) jaringan kita yang sudah tersebar. Bisnis kita berkembang juga ikut angka potensi ekonomi di daerah," terang Feriadi.

Saat ini di usianya yang ke-26, JNE yang saat ini jadi salah satu jasa pengiriman terbesar di Indonesia ini menggelar perayaan yang cukup besar. Lapangan di depan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan dipenuhi ribuan orang yang terdiri dari karyawan dari ribuan outlet. Panggung besar disediakan di tengah lapangan dengan artis seperti Vincent, Naif, Debu, dan Desta.

"Selain itu ada layanan gratis Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim untuk komsumen untuk tanggal 26 dan 27 November dengan berat tak lebih dari 2 kilogram untuk satu wilayah," pungkas Feriadi.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed