Follow detikFinance
Selasa 13 Dec 2016, 10:32 WIB

Laporan dari Havana

Kemandirian dan Model Pertanian ala Kuba, Apa Pelajaran untuk Indonesia?

Triono Wahyu Sudibyo - detikFinance
Kemandirian dan Model Pertanian ala Kuba, Apa Pelajaran untuk Indonesia? Foto: Triono WS
Havana - Selama 54 tahun Kuba diblokade AS. Hubungan negeri sosialis-komunis di Benua Amerika itu dengan negara lain sangat terbatas dan nyaris tertutup. Bagaimana mereka bertahan? Bagaimana mereka mencukupi kebutuhan hidup sendiri?

Delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Fadli Zon berkunjung ke Havana, Kuba, pada Senin-Jumat, 4-9 Desember 2016. Salah satu fokus kunjungan adalah pertanian. Bidang ini merupakan kunci Kuba bertahan dari keterbatasan.

Fadli Zon dan 3 anggota DPR, Daryatmo Mardiyanto (PDIP), Ahmad Zacky Siradj (Partai Golkar), dan Muhammad Syafii (Gerindra), bertemu pengurus Asosiasi Petani Kecil Nasional (ANAP) di Havana. Mereka berdiskusi pengurus Rilma dan Leonardo Cirino dengan ditemani air putih dan kopi hitam. Turut hadir menemani Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Kubu, Alfred T Palembangan.

Kemandirian dan Model Pertanian ala Kuba, Apa Pelajaran untuk Indonesia?Foto: Triono WS

Leonardo menjelaskan, dalam Revolusi Kuba 1 Januari 1959, pemerintah sosialis-komunis mengambil alih lahan pertanian, kemudian membagi-bagikannya ke petani. Tak ada kepemilikan pribadi. Lahan dikelola koperasi untuk petani dan melalui koperasi ini, pemerintah mengontrol jenis tanaman dan hasil produksi.

"Sebagian produksi petani diserahkan ke pemerintah sesuai kesepakatan, selebihnya bisa dijual yang kisarannya ditetapkan pemerintah," kata Leonardo.

Model ini berlaku untuk tanaman-tanaman pokok seperti kopi, cokelat, tembakau, madu, tebu, dan jeruk. Juga produksi non pangan seperti susu dan telur. Setelah dikumpulkan di koperasi dan perusahaan pemerintah, produk tersebut didistribusikan ke rakyat. Sekadar diketahui, rakyat Kuba mendapatkan jatah makanan dan minuman dari pemerintah. Kesehatan dan pendidikan juga gratis.

Wakil Menteri Pertanian Kuba, Ydael Jesus Perez, yang ditemui delegasi DPR usai berdiskusi dengan pengurus ANAP menambahkan negaranya terdiri dari 15 provinsi dengan jumlah penduduk mencapai 11,3 juta jiwa. Sebanyak 5.060 koperasi dibentuk untuk mengoordinasi petani dan hasil-hasilnya. Selain itu, ada 2 lembaga investigasi untuk memantau pertanian.

"Ada 9 perusahaan yang terlibat di bidang ini (pertanian)," kata Ydael. Perusahaan yang dimaksud tentu saja milik negara semacam BUMN di Indonesia sebab Kuba menganut sosialis-komunis yang apa-apa diatur pemerintah.

Bagaimana jika produksi pertanian tak mencukupi? Apakah rakyat dibiarkan kelaparan? Ydael mengakui pihaknya belum bisa berswasembada beras.

"Kami impor dari Vietnam,' jelas Ydael. Sekadar diketahui, Vietnam juga merupakan negara komunis dengan kadar berbeda.

Kemandirian dan Model Pertanian ala Kuba, Apa Pelajaran untuk Indonesia?Foto: Triono WS

Usai bertemu pengurus asosiasi petani dan wakil menteri pertanian, delegasi DPR berkunjung ke urban farming di kawasan Alamar, Kota Havana. Di sana, mereka mendapat penjelasan soal revolusi hijau, yakni penggunaan bahan alami di lahan pertanian. Modelnya sama persis dengan pertanian organik.

Di lahan seluas 10 hektare, petani di Alamar menanam beragam sayuran dan bahan pangan. Sejauh mata memandang hanya hijau. Karena terletak di kawasan tropis, nyaris semua tanaman mirip di Indonesia. Termasuk pohonnya seperti mengkudu, jarak china, waru, dan lain-lain.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari Kuba? "Kuba termasuk yang survive di sektor pertanian. Petani mendapatkan dukungan subsidi dari pemerintah, dari 10-67 hektare. Ada perencanaan produksi dan harga, sehingga petani mendapatkan jaminan," kata Fadli Zon.

"Di Kementerian Pertanian, kita bisa tahu bahwa lahan merupakan urusan kementerian. Sebab, lahan memang berhubungan dengan pertanian," tambahnya.

Apa yang bisa diterapkan di Indonesia? "Bagaimanapun mereka menganut sosialis-komunis, sehingga bagian-bagian tertentu sulit diterapkan di negara kita. Namun kami akan dorong Kementan untuk bekerja sama, terutama soal tembakau. Seperti kita tahu, Kuba sangat bagus dalam hal ini. Mereka menghasilkan tembakau untuk cerutu kelas dunia," urai Fadli yang merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

Selain di bidang pertanian, delegasi DPR menyambangi parlemen, kemlu, pertahanan sipil, dan Badan Pemeriksa Keuangan Kuba. Rombongan delegasi DPR—selain Fadli Zon yang dari Kuba melawat ke Brasil, tiba di Indonesia pada Sabtu, 10 Desember. (try/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed