Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Jan 2017 15:09 WIB

Mentan Curhat Sering Dibully Gara-gara Harga Pangan dan Impor

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengaku cukup dipusingkan 2 masalah klasik sektor pertanian, yakni gejolak harga pangan dan polemik impor. Gara-gara masalah ini, Amran mengaku sempat di-bully.

"Ya Rabb memang harus sabar jadi Menteri Pertanian. Harga naik di-bully, harga turun di-bully, tahan impor di-bully, impor di-bully juga," ucap Amran saat Rakernas Pembangunan Pertanian 2017 di Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Bukan itu saja, gara-gara masalah harga pangan dan impor, tekanan darah Amran sempat naik sehingga dia harus 20 kali masuk rumah sakit.

"Dulu tekanan darah kami 170 karena harga naik. Juga tekanan darah saya naik. Tapi sekarang tekanan kami sudah turun. Kami cek sudah 120. Masuk rumah sakit hampir 20 kali selama dua tahun. Jadi jangan coba jadi menteri kalau tidak siap lahir batin," kata Amran lagi di depan Presiden Joko Widodo.

Dia mencontohkan, dirinya akhir-akhir ini di-bully gara-gara pemberitaan beras impor yang masuk pada triwulan pertama 2016 lalu. Impor beras tersebut merupakan beras yang datang dari sisa kontrak 2015. Amran menegaskan, tidak ada lagi impor beras medium di tahun 2016.

"Tolong jangan diberitakan 2 kali. Beritanya sudah ada di 2015. Itu beras yang masuk sebagian dari 2015, diberitakan kembali. Ya Rabb berikan kami kekuatan menghadapi ini," ujar Amran. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com