Follow detikFinance
Rabu 11 Jan 2017, 22:26 WIB

Mendag Cabut Izin 3 Importir Hortikultura

Yulida Medistiara - detikFinance
Mendag Cabut Izin 3 Importir Hortikultura Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mencabut izin 3 importir hortikultura dari 139 pengusaha. Langkah ini dilakukan karena importir melanggar aturan seperti tidak memiliki gudang dan menipu pemerintah.

"Sekarang sudah ada 3 perusahaan yang API- nya (Angka Pengenal Importir) dicabut," kata Mendag, Enggartiasto Lukita, di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Ia mengatakan, ketiga perusahaan itu tidak memiliki gudang dan memiliki alamat yang berbeda. Ia tidak menyebutkan nama 3 perusahaan tersebut, tetapi dia menyebut perusahaan ini mengimpor banyak jenis produk hortikultura.

"Ini karena ada yang alamatnya berbeda, tidak memiliki gudang, dan sebagainya," imbuhnya.

Aturan tersebut telah ada di dalam Permendag nomor 71 tahun 2015. Jika tidak patuh terhadap aturan itu, maka pemerintah akan mencabut API importir.

Sementara itu, Kemendag akan verifikasi ulang gudang-gudang milik importir. Jika dalam waktu 1 minggu tidak membuat laporan, maka akan ada perusahaan yang izinnya dicabut.

"Saya sampaikan kita ada aturan dalam Permendag. Ada beberapa persyaratan untuk para eksportir, kami lakukan audit, yaitu antara lain kepemilikan gudang. Saya kasih waktu 1 minggu untuk menyanpaikan kekurangan-kekurangan mereka. Kalau mereka dalam 1 minggu tidak, maka API nya kami cabut," imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengimbau importir tidak memasukan barang secara illegal. Misalnya memasukan atau mengimpor barang yang tidak sesuai dengan izinnya.

"Kemudian saya juga meminta, bukan menuduh mereka, kalau memasukan barang yang illegal atau yang tidak selayaknya, hentikan itu. Ada juga yang under invoice, ada juga yang memasukan jenis tetentu, tapi masuknya buah misalnya hentikan itu," imbuhnya.

Hal itu karena Kemendag sedang melakukan pemantauan bersama Ditjen Bea Cukai, Kementan, dan Kepolisian. Dia juga mengimbau kepada toko buah untuk tidak menjual barang illegal.

"Kami juga akan meminta kepada toko-toko buah untuk menjual buah-buahan jangan pernah menerima barang illegal, dengan demikian ini kami harapkan harap produksi pertanian kita semakin disukai," ujarnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed