Follow detikFinance
Senin 23 Jan 2017, 12:32 WIB

Tantangan Berat Trump: Penuaan Populasi Sampai Timbunan Utang

Wahyu Daniel - detikFinance
Tantangan Berat Trump: Penuaan Populasi Sampai Timbunan Utang Foto: Pool
Jakarta - Resmi dilantik menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS), Donald Trump bertekad mengembalikan kejayaan ekonomi AS. Trump menjanjikan 25 juta lapangan kerja baru. Tapi banyak tantangan berat.

Dilansir dari CNN, Senin (23/1/2017), tantangan berat yang dihadapi Trump adalah sebagai berikut:

1. Populasi di AS Menua

Populasi di AS semakin tua, dan sulit bagi Trump untuk menekan jumlah pengangguran. Persaingan di sektor tenaga kerja ketat, apalagi dengan adanya pekerja mendatang dari negara lain.

2. Robot

Trump seringkali membicarakan soal lapangan pekerjaan di AS, banyak yang pergi ke luar negeri, padahal banyak lapangan pekerjaan yang juga hilang karena penggunaan teknologi.

Pekerja dari General Motor (GM) bahkan mengatakan, akan ada banyak robot yang datang. Seperti pemasangan ban yang sudah dilakukan oleh robot saat ini.

Produksi sektor industri manufaktur di AS sebenarnya tengah mencapai rekor saat ini. Tapi, AS tidak lagi membutuhkan banyak buruh pabrik saat ini,

3. Utang Pemerintah AS

Jumlah utang pemerintah AS saat ini US$ 19 triliun. Jumlah ini sangat tinggi. Negara ini banyak menghabiskan uangnya untuk perang di Timur Tengah, dan juga untuk menyelamatkan diri pasca resesi 2008 lalu.

Rencana Trump menggenjot anggaran infrastruktur dan memangkas pajak akan sulit dilakukan, karena utang sudah menggunung.

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik menyatakan, Trump berencana menganggarkan US$ 1 triliun untuk infrastruktur. Ini berarti akan ada utang baru yang ditarik.

4. Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Pertumbuhan ekonomi AS tengah melambat, seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Trump sudah menjanjikan penciptaan 25 juta lapangan kerja. Trump juga menyatakan menargetkan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 4%/tahun lagi, atau dua kali dari pencapaian Barack Obama.

Namun realitasnya, pertumbuhan ekonomi AS dan dunia saat ini tidak cepat lagi. Untuk AS, pertumbuhan ekonomi tidak bisa kencang karena pekerja yang sudah menua dan membuat produktivitas melambat. Jadi produktivitas pekerja di AS tidak bisa seperti di 1960an hingga 1990an, ketika masa baby boomers berjalan.

5. Tidak Ada Perang Dagang

Para CEO, investor, dan ahli di dunia khawatir Trump bakal memulai perang dagang. Trump pernah menyatakan soal tarif dagang atau pajak impor sebesar 35% untuk produk asal Meksiko dan China.

Meksiko merasa terancam, namun China tetap mempertahanan kebijakan perdagangan terbukanya. Apakah Trump akan berani melakukan ini? (wdl/mkl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed