Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Jan 2017 18:57 WIB

Rencana Asing Bisa Jadi Direksi BUMN Belum Diajukan ke Jokowi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Iin Yumiyanti Foto: Iin Yumiyanti
Jakarta - Belum lama ini berhembus informasi mengenai Warga Negara Asing (WNA) bisa memimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, informasi tersebut baru sebatas rencana dan belum diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Belum-belum, ini baru wacana di bawahnya saja," kata Rini di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Rini menjelaskan, rencana tersebut dilatarbelakangi oleh niatan BUMN yang ingin terus mendunia, maksudnya perusahaan pelat merah tidak hanya jago di dalam negeri, tetapi juga di dunia.

"Kami mengusulkan begini terus terang kalau mau berwawasan global ke depan tentunya perlu kita pertimbangkan apakah itu di BUMN-nya, ataukah nanti kalau kita punya aktifitas di luar negeri kita memerlukan orang asing," jelasnya.

"Seumpama kita di Inggris perlu orang Inggris, di Belanda kita perlu orang belanda. Itu yang mungkin kita lihat. Ketika nanti BUMN sudah mengglobal dan punya aktifitas besar di global tidak ada salahnya juga kita punya anggota dewan komisaris yang punya nama di luar. Tapi belum sama sekali," sambungnya.

Secara payung hukum, kata Rini, tidak ada yang melarang bahwa WNA menjabat sebagai direksi BUMN.

"Enggak ada larangan sebenarnya, cuma kami kan biar bagaimana harus dijaga betul. Kan BUMN ini kan milik negara yang tentunya kami memiliki tambahan tanggung jawab bahwa kita sebagai agen pembangunan, harus turut berpartisipasi aktif untuk menurunkan kesenjangan sosial," ungkapnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed