Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Jan 2017 17:52 WIB

Beri Hadiah Traktor ke Prajurit TNI AD, Mentan: Ayah Saya Kopral

Enggran Eko Budianto - detikFinance
Foto: Enggran Eko Budianto Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Ada momen tak terduga di acara peresmian Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mentan Andi Amran Sulaiman mendadak memberi bantuan traktor kepada prajurit TNI AD.

Momen tak terduga itu terjadi saat Mentan memberi sambutan di hadapan Kepala Staf TNI AD Jendral TNI Mulyono, ratusan Dandim se Indonesia, dan Babinsa se-Kabupaten Jombang.

"Aku terharu melihat prajurit naik pangkat, aku harus memberi penghargaan pada mereka sesuai bidang kita masing-masing. Yang (berpangkat) kopral, aku terharu karena ayah saya dulu kopral, sini mendekat. Jangan banyak-banyak, dua saja," kata Amran meminta prajurit TNI AD berpangkat kopral naik ke atas panggung, Jumat (27/1/2017).

Namun, tiga orang Babinsa berpangkat kopral naik ke atas panggung. Amran pun sempat berdialog dengan ketiga prajurit TNI tersebut. Para prajurit yang juga aktif mengolah lahan pertanian itu membutuhkan bantuan traktor. Mentan menyanggupi akan memberikan traktor roda empat untuk mereka.
Mentan Amran kunjungi sentra pertanian padi TNI AD di JombangMentan dan KSAD kunjungi sentra pelayanan pertanian padi TNI AD di Jombang Foto: Enggran Eko Budianto

"Penghargaan saya terserah mereknya apa, tiga traktor aku berikan, satu bulan mereka sudah terima, tapi tolong sewanya separuh dari umum. Kalau umunya Rp 1,3 juta per hari, sewakan Rp 700 ribu saja, bantu orang lain," ujar Amran.

Bantuan traktor itu diberikan Amran bukan tanpa alasan. Mengolah lahan pertanian dengan cara manual bukan hal yang ringan. Menurut dia, mekanisasi pertanian menjadi kunci agar Indonesia mencapai swasembada beras.

"Aku jadi menteri karena ayah saya prajurit, itu karena saya dilatih di sawah, tiga hektar aku tanami secara manual. Kalau tidak mekanisasi, hampir mustahil Indonesia swasembada beras," tegasnya.

Amran menjelaskan, berkat sinergi semua pihak, termasuk TNI, tahun 2016 Indonesia tak lagi impor beras. Produksi padi secara nasional melonjak dari 70,8 juta ton di tahun 2014 menjadi 79,1 juta ton di tahun 2016.
Mentan dan KSAD kunjungi sentra pertanian padi TNI AD di JombangMentan dan KSAD kunjungi sentra pelayan pertanian padi TNI AD di Jombang Foto: Enggran Eko Budianto

"Sekarang stok (beras) kita 1,6-1,7 juta ton, tahun lalu 800-900 ribu ton pada akhir tahun. Stok kita sangat aman," cetusnya.

Jika Mentan mengapresiasi jerih payah prajurit TNI AD membantu mengembangkan pertanian di tanah air dengan memberi traktor, lain halnya dengan KSAD Jendral TNI Mulyono. Dia berjanji akan menaikkan pangkat para Babinsa berpangkat kopral menjadi sersan.

"Karena mereka bekerja dengan baik, maka kami beri reward sebagai motivasi. Tahun ini saya menaikkan, mendidik mereka yang pangkatnya kopral menadi sersan 3.000 Babinsa, tahun lalu 2.500," tandasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com